Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Lingkungan Sosial Dan Kepemlikan Jamban Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Kecamatan Medan Belawan Tahun 2022 Sebayang, Amenda Paswida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8716

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan lingkungan sosial (tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, pendapatan, dukungan sosial, dan sanksi sosial) dan kepemilikan jamban terhadap buang air besar sembarangan (BABS) di Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hubungan lingkungan sosial dan kepemilikan jamban terhadap buang air besar sembarangan (BABS) di Kecamatan Medan Belawan. Sampel penelitian sejumlah 85 responden. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan lingkungan sosial 45,9 persen lulusan SMA, yang memiliki pendapatan rendah 65 persen, dengan pengetahuan baik 61,1 persen, memiliki sikap kurang baik 62,4 persen, masyarakat menyatakan ada dukungan sosial 87,1 persen, masyarakat menyatakan tidak ada sanksi sosial 60 persen masyarakat tidak memiliki jamban 56,5 persen, masyarakat menyatakan buang air besar sembarangan 64,7 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan nilai p-value (p = 0,043). ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan nilai p-value (p = 0,001). ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan nilai p-value (p = 0,001).Saran bagi  Dinas Kesehatan Kota Medan agar  lebih memberdayakan masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan saran bagi kepala desa untuk melakukan advokasi ke pemerintahan terkait untuk pengadaan jamban komunal.
Hubungan Lingkungan Sosial Dan Kepemlikan Jamban Dengan Kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Di Kecamatan Medan Belawan Tahun 2022 Sebayang, Amenda Paswida
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8716

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan lingkungan sosial (tingkat pendidikan, pengetahuan, sikap, pendapatan, dukungan sosial, dan sanksi sosial) dan kepemilikan jamban terhadap buang air besar sembarangan (BABS) di Kota Medan. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional untuk menganalisis hubungan lingkungan sosial dan kepemilikan jamban terhadap buang air besar sembarangan (BABS) di Kecamatan Medan Belawan. Sampel penelitian sejumlah 85 responden. Hasil penelitian diperoleh berdasarkan lingkungan sosial 45,9 persen lulusan SMA, yang memiliki pendapatan rendah 65 persen, dengan pengetahuan baik 61,1 persen, memiliki sikap kurang baik 62,4 persen, masyarakat menyatakan ada dukungan sosial 87,1 persen, masyarakat menyatakan tidak ada sanksi sosial 60 persen masyarakat tidak memiliki jamban 56,5 persen, masyarakat menyatakan buang air besar sembarangan 64,7 persen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan nilai p-value (p = 0,043). ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan nilai p-value (p = 0,001). ada hubungan yang signifikan antara tingkat pendapatan dengan kebiasaan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) dengan nilai p-value (p = 0,001).Saran bagi  Dinas Kesehatan Kota Medan agar  lebih memberdayakan masyarakat melalui program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat dan saran bagi kepala desa untuk melakukan advokasi ke pemerintahan terkait untuk pengadaan jamban komunal.