Transformasi IAIN Bandung menjadi UIN pada tahun 2005 merupakan suatu perubahan mendasar. Perubahan tersebut tidak sekedar berubah nama atau status kelembagaan, tetapi juga menuntut adanya perubahan struktur, kultur dan sumberdaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: wujud perubahan yang dicita-citakan UIN Bandung, program-program pengembangan dan efektivitas pencapaian sasaran, serta kendala-kendala dalam mencapai sasaran perubahan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif-naturalistik dengan pendekatan studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan metode triangulasi melalui teknik-teknik wawancara, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian adalah sebagai berikut, bahwa perubahan IAIN menjadi UIN dimaksudkan untuk mengubah image masyarakat dan meningkatkan minat mereka terhadap perguruan tinggi Islam tersebut. Upaya itu dilakukan melalui strategi pengembangan produk dengan menawarkan pendidikan yang mampu memadukan kemampuan etis dan moral dengan kemampuan secara teknologis, fungsional, individual, informatif, dan terbuka bagi masyarakat. Program-program pengembangan UIN Bandung dinilai berhasil dalam meningkatkan minat masyarakat, namun belum didukung peningkatan mutu dan budaya akademik secara optimal. Adapun kendala-kendala dalam pencapaian sasaran perubahan meliputi hambatan visi, hambatan sumberdaya, hambatan budaya, dan hambatan manajemen.Transformation of IAIN Bandung to UIN in 2005 was a fundamental change. These changes are not just changing the name or institutional status, but also requires a change in structure, culture and resources. This study aims to determine: a form of creating the desired change in UIN Bandung, development programs and the effectiveness of achieving objectives, and constraints in achieving change. The research method used is qualitative-naturalistic method with case study approach. The data was collected through a triangulation method of interviewing techniques, participant observation, and study documentation. The results were as follows, that the changes intended to alter the public image and increase their interest in the Islamic universities. Efforts were made through a strategy of product development by offering education that can integrate ethical and moral capabilities with the ability technologically, functionally, individualized, and informative. Development programs UIN Bandung was considered successful in improving the public interest, but have not supported increasing the quality and academic culture optimally. As for the constraints in achieving the changes include vision barriers, resource, cultural, and management.