Metode Discovery Learning dalam pembelajaran Fsika ini dipadukan dengan menggunakan teknik diskusi yang dilakukan oleh guru dalam rangka memberikan variasi dalam kegiatan pembelajaran dikelas.Untuk lebih memahami secara konseptual dan terencana jarang dilakukan karena dianggap kurang praktis dan kurang efisien. Siswa yang diorganisir dalam diskusi kelompok kecil lebih terikat dengan tugas-tugas yang diberikan dibandingkan siswa yang diatur dalam diskusi kelompok besar. Diskusi kelompok kecil dan diskusi kelompok besar lebih baik hasil belajarnya dibanding bekerja secara individu (Rosenshine & Steven, 1984). Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui pembelajaran dan hasil pembelajaran Fisika dengan Pendekatan saintifik Model Discovery learning untuk meningkatkan kemampuan siswa pada materi rangkaian Arus Searah pada siswa kelas XII MIPA 3 SMA Negeri 1 Rejoso Kabupaten Nganjuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian tindakan ini merupakan penelitian tindakan kelas model Kemmis dan Taggart (dalam Arikunto, Suhasini,2002:83), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning(rencana), action(tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Setelah dilakukan penelitian hasilnya adalah Pada siklus pertama siswa bercanda terdapat 10 siswa atau 27,78%. Siswa yang memperhatikan 26 siswa atau 72,22%, siswa yang menyeleseikan tugas dengan baik 26 siswa atau 72,22%, siswa yang tidak dapat menyeleseikan tugas dengan baik 10 siswa atau 27,78%, siswa yang aktif dalam kegiatan kelompok 26 siswa atau 72,22%, siswa yang telah tuntas 26 siswa 72,22% dan siswa yang belum tuntas 10 siswa atau 27,78%. Pada siklus kedua siswa yang bercanda terdapat 3 siswa atau 8,33%, siswa yang memperhatikan 33 siswa 91,67%, siswa yang menyelesaikan tugas dengan baik 33 siswa atau 91,67%, siswa yang tidak dapat menyelesaikan tugas dengan baik 3 siswa atau 8,33%, siswa yangaktif dalam kegiatan kelompok 33 siswa atau 91,67%, siswa yang tuntas 330 siswa atau 91,67% dan siswa yang belum tuntas 3 siswa atau 8,33%.