Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Reformasi hukum perlindungan data pribadi korban pinjaman online (perbandingan Uni Eropa dan Malaysia) Farhan, Farhan; Hamdani, Fathul; Astuti, Ni Luh Vinna Puja; Haekal Fiqry, Hendar Amru; Aulia, Maulidya Rahmi
Indonesia Berdaya Vol 3, No 3: May-July 2022
Publisher : UKInstitute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47679/ib.2022264

Abstract

Kurang eksplisitnya pengaturan tentang perlidungan data pribadi nasabah menyebabkan terancamnya keamanan para pengguna jasa fintech. Indonesia semestinya mempunyai regulasi mengenai fintech seperti di Uni Eropa dan Malaysia. Meskipun Malaysia mengatur mengenai fintech syariah bukan fintech konvensional tetapi tidak memiliki perbedaan yang signifikan dengan fintech konvensional. Tujuan dari penelitian ini adalah mengkaji bagaimana konsep pengaturan fintech di Uni Eropa dan juga Malaysia dalam upaya reformasi pengaturan perlindungan data pribadi korban pinjaman online di Indonesia. Penulisan artikel ini menggunakan pendekatan mikro, yakni dengan menganalisis konsep dan norma dari perlindungan bagi korban pinjaman online. Hasil penelitian mengetengahkan bahwa regulasi fintech yang diterapkan di Indonesia masih hanya sebatas mengatur sanksi administratif terhadap penyelenggara berupa peringatan tertulis, denda, pembatasan kegiatan usaha dan pencabutan izin. Sehingga perlu adanya legal reform terkiat fintech di Indonesia seperti yang diterapkan Uni Eropa dan Malaysia dengan membentuk lembaga pengawasan serta memberikan kewenangan yang sangat luas bagi OJK untuk mengatur dan mengawasi industri jasa keuangan online untuk bisa dimuat dalam aturan hukum setingkat undang-undang.
PENDAMPINGAN PROMOSI DESTINASI WISATA DESA AIK BUKAQ SEBAGAI DESA WISATA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Aulia, Maulidya Rahmi; Pertiwi, Linda; Wijaya, Inta Hikna; Hashifa, Alya Maureen; Setiawan, Dawam; Hemawan, Rizal Hendri; Jorgi, Tomas; Bagaskara, Lalu Satria; Adawiyah, Rabiatul; Risma, Ni Kadek Anggitha Yulia
Jurnal Wicara Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v1i4.3448

Abstract

Aik Bukaq Village is a village in North Batukliang District, Central Lombok Regency. The village has abundant natural wealth and tourist destinations. Aik Bukaq Village has several tourist destinations including the Aik Bukaq swimming pool, Tereng Kuning tourism, and a reservoir whose water is sourced directly from mountain springs. The KKN program aims to do community service in solving village problems in the field of tourism, namely promotions such as snacks or natural tourist destinations. The outputs expected from the KKN program are: 1) Leaflets related to Appropriate Technology applied; 2) Scientific article entitled "Assisting in the Creative Promotion of Aik Bukaq Village Tourism Destinations as a Tourism Village in Central Lombok Regency"; 3) Mass media publication, 4) A 10-minute documentary video uploaded to social media accounts such as Instagram and YouTube, 5) Video products to promote Aik Bukaq Village tourism. The proposed Village Community Empowerment KKN program includes tourism promotion, tourism awareness outreach, health outreach about stunting, teaching, village office pickets, and games. The KKN program will be carried out in June - August 2023 by a group of 10 people.
TRADISI MERARIQ DALAM ADAT SASAK DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Aulia, Maulidya Rahmi
Parhesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Parhesia Universitas Mataram
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/parhesia.v2i1.4165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan hukum pidana mengenai tradisi merariq dalam adat Sasak. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Tradisi merariq dalam adat Sasak merupakan bentuk kearifan lokal yang masih dilestarikan. Tradisi ini digunakan sebagai bukti keberanian seorang laki-laki yang ingin menikah dengan cara melarikan seorang Perempuan untuk dijadikan sebagai istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proseisi adat meirariq yang beirlangsuing tidak dapat dikateigorikan seibagai tindak pidana kareina merupakan salah satu bagian dari tradisi yang hidup dalam masyarakat sasak dan nilai yang terkandung didalamnya yaitui suikuiran atas keberhasilan seorang laki-laki meilarikan calon isterinya. Namun, tradisi merariq dapat dikategorikan sebagai tindak pidana apabila dalam praktiknya melanggar aturan adat dan negara, salah satunya pasal 454 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penculikan.
PENDAMPINGAN PROMOSI DESTINASI WISATA DESA AIK BUKAQ SEBAGAI DESA WISATA DI KABUPATEN LOMBOK TENGAH Aulia, Maulidya Rahmi; Pertiwi, Linda; Wijaya, Inta Hikna; Hashifa, Alya Maureen; Setiawan, Dawam; Hemawan, Rizal Hendri; Jorgi, Tomas; Bagaskara, Lalu Satria; Adawiyah, Rabiatul; Risma, Ni Kadek Anggitha Yulia
Jurnal Wicara Vol 1 No 5 (2023): Jurnal Wicara Desa
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/wicara.v1i4.3448

Abstract

Aik Bukaq Village is a village in North Batukliang District, Central Lombok Regency. The village has abundant natural wealth and tourist destinations. Aik Bukaq Village has several tourist destinations including the Aik Bukaq swimming pool, Tereng Kuning tourism, and a reservoir whose water is sourced directly from mountain springs. The KKN program aims to do community service in solving village problems in the field of tourism, namely promotions such as snacks or natural tourist destinations. The outputs expected from the KKN program are: 1) Leaflets related to Appropriate Technology applied; 2) Scientific article entitled "Assisting in the Creative Promotion of Aik Bukaq Village Tourism Destinations as a Tourism Village in Central Lombok Regency"; 3) Mass media publication, 4) A 10-minute documentary video uploaded to social media accounts such as Instagram and YouTube, 5) Video products to promote Aik Bukaq Village tourism. The proposed Village Community Empowerment KKN program includes tourism promotion, tourism awareness outreach, health outreach about stunting, teaching, village office pickets, and games. The KKN program will be carried out in June - August 2023 by a group of 10 people.
TRADISI MERARIQ DALAM ADAT SASAK DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 1 TAHUN 2023 TENTANG KITAB UNDANG-UNDANG HUKUM PIDANA Aulia, Maulidya Rahmi
Parhesia Vol. 2 No. 1 (2024): Jurnal Parhesia Universitas Mataram
Publisher : Fakultas Hukum Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/parhesia.v2i1.4165

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kebijakan hukum pidana mengenai tradisi merariq dalam adat Sasak. Jenis penelitian ini adalah penelitian hukum normatif. Metode pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual dan pendekatan kasus. Tradisi merariq dalam adat Sasak merupakan bentuk kearifan lokal yang masih dilestarikan. Tradisi ini digunakan sebagai bukti keberanian seorang laki-laki yang ingin menikah dengan cara melarikan seorang Perempuan untuk dijadikan sebagai istri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proseisi adat meirariq yang beirlangsuing tidak dapat dikateigorikan seibagai tindak pidana kareina merupakan salah satu bagian dari tradisi yang hidup dalam masyarakat sasak dan nilai yang terkandung didalamnya yaitui suikuiran atas keberhasilan seorang laki-laki meilarikan calon isterinya. Namun, tradisi merariq dapat dikategorikan sebagai tindak pidana apabila dalam praktiknya melanggar aturan adat dan negara, salah satunya pasal 454 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana tentang Penculikan.