Digital awareness is mastery of using digital devices not only from a technical perspective but also in terms of user control and awareness. Digital awareness needs to be instilled in every individual, especially children who still need guidance and supervision in using digital technology. Apart from guidance and supervision, it is also necessary to reinforce religious values so that children have a strong foundation when carrying out activities in the digital realm. This research used a qualitative method. Data collection was carried out through observation, interviews and documentation. In analyzing data, the researcher used data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of this research are: (1) the religious values that are inserted and related to digital awareness are moral values in the form of not using digital technology illegally. Excessive to avoid immorality, not have health problems, wasteful and consumptive nature as well as an individualist attitude. (2) the insertion method is carried out for only two to three minutes, the application time is not specified so it can be done at the beginning, middle or end of learning. The form of application is in the form of stories of inspirational figures, advice and motivation. (3) The supporting factors for the insertion of religious values in instilling digital awareness in grade 6 students are good responses from students and good communication or cooperation between the student's parents and teachers, while the inhibiting factors are the religious values conveyed by the grade 6 teachers in schools are not in line with the rules that parents apply at home, students forget easily, and most students still find it difficult to apply religious values in technology. ABSTRAK Kesadaran digital adalah penguasaan menggunakan perangkat digital tidak hanya dari segi teknisnya namun juga segi kontrol dan kesadaran penggunanya. Kesadaran digital perlu ditanamkan pada setiap individu terutama anak-anak yang masih perlu bimbingan dan pengawasan dalam menggunakan teknologi digital. selain bimbingan dan pengawasan, memberikan penguatan nilai-nilai agama juga perlu dilakukan agar anak memiliki dasar yang kuat ketika melakukan aktivitas di ranah digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Dalam menganalisis data, peneliti menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini yaitu: (1) nilai-nilai keagamaan yang diinsersi dan berhubungan dengan kesadaran digital adalah nilai akhlak berupa tidak menggunakan terknologi digital secara berlebihan agar terhindar dari kemaksiatan, tidak memiliki gangguan kesehatan, sifat boros dan konsumtif serta sikap individualis. (2) metode insersi dilakukan dua sampai tiga menit saja, waktu penerapannya tidak ditentukan jadi bisa dilakukan di awal, tengah maupun akhir pembelajaran. Bentuk penerapannya berupa cerita tokoh inspiratif, nasihat, dan motivasi. (3) Faktor pendukung insersi nilai-nilai keagamaan dalam menanamkan kesadaran digital siswa kelas 6 adalah respon baik dari siswa dan adanya komunikasi atau kerjasama yang baik antara orang tua siswa dan guru, sedangkan faktor penghambatnya adalah nilai-nilai agama yang disampaikan guru kelas 6 di sekolah tidak sejalan dengan aturan yang diterapkan orang tua di rumah, siswa yang mudah lupa, dan sebagian besar siswa masih sulit untuk menerapkan nilai agama dalam berteknologi.