Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Penggunaan Nyanyian Jemaat Nuansa Etnik Dalam Ibadah di Gereja Toraja Asri Melinda; Siallagan, Stephani Intan M.
Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni Vol. 2 No. 1 (2024): Cantata Deo: Jurnal Musik dan Seni
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STAKPN Sentani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69748/jmcd.v2i1.167

Abstract

Nyanyian Jemaat Nuansa Etnik merupakan nyanyian bernuansa Toraja, merupakan hasil karya sekelompok komponis warga Gereja Toraja. Di Jemaat Perindingan, Cabang Kebaktian To’banga, Nyanyian Jemaat Nuansa Etnik jarang digunakan dalam ibadah. Hal ini disebabkan kurangnya pengetahuan jemaat, minat untuk belajar. Penulis menggunakan metode penelitian kualitatif melalui observasi, wawancara, dokumentasi dengan praktek ke lapangan. Hasil penelitian membuktikan bahwa jemaat masih sangat kurang menggunakan Nyanyian Jemaat Nuansa Etnik dalam ibadah. Kesimpulan dalam penelitian ini Nyanyian Jemaat Nuansa Etnik masih kurang digunakan dikarenakan sumber daya manusia majelis gereja dan jemaat yang masih sangat terbatas, minat untuk mempelajari lagu baru masih sangat kurang, belum ada program gereja tentang pelatihan nyanyian gerejawi untuk memfasilitasi kebutuhan jemaat dalam ibadah.
Rearansemen Lagu Pa’Kelong Simbuang Garapan Rithayani Layuk Siallagan, Stephani Intan M.; Y. Patadungan, Edwin
Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 9 No. 2 (2023): Jurnal Seni Nasional Cikini Vol. 9 No. 2
Publisher : Riset, inovasi dan PKM - Institut Kesenian Jakarta, DKI Jakarta.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52969/jsnc.v9i2.239

Abstract

Kelong merupakan nyanyian rakyat dari masyarakat Toraja khususnya di Simbuang,fenomena yang terjadi di dalam masyarakat sudah tidak lagi dijadikan sebagai media untuk melestarikandan memelihara sebuah identitas di kalangan masyarakat saat ini. Oleh karena itu, penulis mengkajikelong toraya khususnya di Simbuang dengan merearansemen gubahan Ritayani Layuk kedalam bentukempat suara menggunakan teori Aransemen SATB. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif untukmenggali sumber baik itu studi lapangan dan studi pustaka. Penulis mendapatkan bahwa nyanyiankelong merupakan nyanyian rakyat yang dinyanyikan oleh anak-anak dan tidak dinyanyikan dalam ritusaluk rambu tuka’ dan rambu solo. Dalam pengaplikasian teori aransemen, penulis menemukan adanyabentuk melodi yang bisa diaplikasikan dengan menggunakan teori aransemen dan dibentuk kedalamSATB, sehingga warna baru dapat dimunculkan melalui gaya dan tekstur. Menurut penulis melaluiaransemen SATB ini dapat memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mengakses nyanyiankelong dalam bentuk modern.