Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Ibadah Qurban Sebagai Momentum Peningkatan Ekonomi Umat Islam: Analisis Pendapatan Peternak Hewan Qurban Pada Hari Raya Idul Adha Siregar, Rosnani; Arsad Nasution , Muhammad
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 14 No. 1 (2024): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v14i1.3092

Abstract

Islam merupakan rahmatan lil alamin. Salah satu bentuk rahmatan lil alamin itu adalah ibadah-ibadah yang disyariatkan dalam agama Islam selalu memberikan peluang terhadap pergerakan bisnis ekonomi. Salah satunya adalah ibadah qurban. Ibadah ini selain tujuan utamanya mendekatkan diri kepada Allah SWT sebagai sebuah ibadah tetapi juga menimbulkan pergerakan ekonomi di kalangan masyarakat khususnya para peternak hewan qurban lembu dan kambing. Hal ini disebabkan tingginya minat masyarakat untuk berkurban memberikan dampak ekonomi kepada peternak hewan qurban dengan meningkatnya penjualan hewan qurban setiap tahunnya. Untuk melihat data adanya pergerakan ekonomi masyarakat khususnya peternak hewan qurban pada hari raya idul adha maka penulis mencoba melakukan observasi dan wawancara dengan beberapa peternak qurban di sekitar kota Padangsidimpuan. Data-data yang diperoleh dari hasil observasi dan wawancara menunjukkan bahwa ibadah kurban pada hari raya idul Adha memberikan kesempatan kepada peternak hewan qurban untuk memperjualbelikan hewan ternak qurbannya kepada panitia qurban atau masyarakat yang melakukan ibadah qurban. Dengan demikian secara faktual dapat diperoleh data bahwa hari raya idul adha sebagai hari raya qurban memberikan dampak yang signifikan terhadap peningkatan pendapatan peternak hewan qurban di sekitar kota Padangsidimpuan.
Zakat Kelapa Sawit Antara Ketentuan Syariah dan Praktik Masyarakat: Sebuah Analisis Empiris Siregar, Rosnani; Arsad Nasution , Muhammad
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v15i2.6768

Abstract

The oil palm farming community in South Labuhan Batu (LABUESEL) area is included in the category of oil palm farmers whose income reaches the zakat nisab, but the culture of increasing zakat from oil palm harvests has not been realized properly. Meanwhile, oil palm farming has become one of the agricultural commodities that must be zakated based on the verse of the Qur'an, Al-Baqarah 267. The problem that then arises is what are the factors causing the oil palm farming community in LABUSEL to not fully pay zakat from their oil palm farming results. The collection of data to answer this problem was carried out through observation and interviews with oil palm farmers in the Muzakki category. The results of the study showed that there were three factors causing The LABUSEL’s oil palm farming community not to fully pay zakat on their oil palm farming products, namely: understanding of Shafi'i fiqh which provides criteria for agricultural zakat that must be paid only on staple foods, following the habits of the community who still do not pay zakat on oil palm farming, not knowing that oil palm harvests are a taxable commodity according to Islamic law, and not knowing that there is a regional regulation regarding oil palm harvests including commodities that must be paid zakat if they meet the requirements.
Zakat Kelapa Sawit Antara Ketentuan Syariah dan Praktik Masyarakat: Sebuah Analisis Empiris Siregar, Rosnani; Arsad Nasution , Muhammad
Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam Vol. 15 No. 2 (2025): Liwaul Dakwah: Jurnal Kajian Dakwah dan Masyarakat Islam
Publisher : Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah IAIN Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47766/liwauldakwah.v15i2.6768

Abstract

The oil palm farming community in South Labuhan Batu (LABUESEL) area is included in the category of oil palm farmers whose income reaches the zakat nisab, but the culture of increasing zakat from oil palm harvests has not been realized properly. Meanwhile, oil palm farming has become one of the agricultural commodities that must be zakated based on the verse of the Qur'an, Al-Baqarah 267. The problem that then arises is what are the factors causing the oil palm farming community in LABUSEL to not fully pay zakat from their oil palm farming results. The collection of data to answer this problem was carried out through observation and interviews with oil palm farmers in the Muzakki category. The results of the study showed that there were three factors causing The LABUSEL’s oil palm farming community not to fully pay zakat on their oil palm farming products, namely: understanding of Shafi'i fiqh which provides criteria for agricultural zakat that must be paid only on staple foods, following the habits of the community who still do not pay zakat on oil palm farming, not knowing that oil palm harvests are a taxable commodity according to Islamic law, and not knowing that there is a regional regulation regarding oil palm harvests including commodities that must be paid zakat if they meet the requirements.