Risma Wulandari Saripudin
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN KONDISI LINGKUNGAN FISIK RUMAH DENGAN KEJADIAN INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT (ISPA) PADA BALITA DI INDONESIA Risma Wulandari Saripudin; Wulandari Saripudin1, Risma
Jurnal Kesehatan Bidkemas Vol 15 No 1 (2024): Februari 2024
Publisher : STIKes Respati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.48186/smfxqz04

Abstract

ISPA merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas penyakit menular di dunia serta sampai saat ini masih menjadi masalah kesehatan karena salah satu penyebab utama rawat jalan dan rawat inap di fasilitas pelayanan kesehatan, terutama pada balita di dunia. Tahun 2016 kasus ISPA di dunia sebanyak 18,8 miliar dan kasus pada anak balita sebanyak 59.417. Tahun 2018, kasus ISPA balita di Indonesia sebanyak 93.620 orang (Riskesdas). Penyebab ISPA adalah virus, bakteri, rickettsia, fungi atau protozoa. Faktor risiko ISPA salah satunya kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat rumah sehat. Tujuan penelitian: Mengetahui hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah dengan kejadian ISPA pada balita di Indonesia Metode Penelitian Penelitian kepustakaan (Literature Review) dengan melakukan pencarian pada database online Google Scholar melalui tahapan pemilihan jurnal berdasarkan kriteria kelayakan. Hasil penelitian: Diperoleh 9 jurnal yang membahas variabel dinding, lantai, kelembaban, kepadatan hunian, pencahayaan, dan ventilasi dengan kejadian ISPA pada balita. Dinding rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, lantai rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, kelembaban rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, kepadatan hunian rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, pencahayaan rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita, dan ventilasi rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan berhubungan dengan kejadian ISPA pada balita. Kesimpulan: Ada hubungan antara kondisi lingkungan fisik rumah yang tidak memenuhi syarat kesehatan dengan kejadian ISPA pada balita. Saran: meningkatkan edukasi mengenai rumah sehat sebagai upaya pencegahan ISPA pada balita, perilaku penghuni rumah rutin membersihkan rumah, membuka jendela di pagi hari, serta mengurangi aktivitas dalam ruangan yang dapat mencemari udara.