Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi masyarakat Desa Mananti Sosa Jae terhadap praktik poligami, komunikasi sosial yang terjadi, serta faktor-faktor yang memengaruhi sikap masyarakat terhadap pelaku poligami. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, karena penelitian ini berfokus pada pemahaman makna dan pandangan masyarakat secara mendalam. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan tokoh masyarakat, tokoh agama, istri pelaku poligami, serta warga desa lainnya. Selain itu, dilakukan observasi partisipatif untuk mengamati interaksi sosial sehari-hari, serta dokumentasi terhadap data sekunder seperti catatan desa dan sumber literatur lokal. Teknik analisis data yang digunakan mencakup tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta triangulasi untuk meningkatkan validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa poligami hanya dipandang dapat diterima jika dilakukan secara adil dalam aspek finansial dan emosional. Namun demikian, mayoritas masyarakat masih menunjukkan penolakan terhadap praktik tersebut karena dinilai dapat merusak keharmonisan rumah tangga, menyakiti perasaan istri pertama, serta menimbulkan kecemburuan dan konflik antar anggota keluarga. Respons sosial terhadap pelaku poligami cenderung negatif, seperti dijauhi dalam pergaulan, menjadi bahan perbincangan, serta dianggap tidak mempertimbangkan perasaan keluarga.