Tradisi Mangupa merupakan salah satu praktik budaya penting dalam masyarakat Mandailing yang sarat dengan nilai kekerabatan, gotong royong, musyawarah, dan penguatan spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nilai-nilai utama yang terkandung dalam Mangupa serta menganalisis relevansinya bagi pengembangan model etnokonseling berbasis budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain etnografis, berlokasi di Desa Gunung Tua, Kecamatan Panyabungan, Kabupaten Mandailing Natal. Data yang dianalisis merupakan data penelitian sebelumnya yang mencakup wawancara, observasi prosesi Mangupa, dan dokumentasi adat. Analisis tematik digunakan untuk menggali pola nilai dan fungsi sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Mangupa memuat tujuh nilai inti yaitu: kekerabatan dan ikatan sosial, gotong royong, musyawarah dan mufakat, penghormatan adat dan sesepuh, komitmen dan integritas, keseimbangan moral-spiritual, serta tanggung jawab kolektif. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip strength-based counseling, karena menekankan afirmasi positif, penguatan mental, dan dukungan kolektif sebagai sumber perubahan perilaku. Implikasinya, konseling berbasis budaya Mandailing perlu melibatkan sistem keluarga, tokoh adat, serta pendekatan kolaboratif-komunal dalam proses intervensi. Kajian ini berkontribusi pada pengembangan model etnokonseling di Indonesia dan membuka peluang penelitian lanjutan untuk menguji efektivitasnya dalam praktik layanan konseling.