Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh partisipasi masyarakat dan ketersediaan teknologi informasi terhadap kecepatan respon bencana di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Barat. Dalam konteks peningkatan mitigasi dan penanggulangan bencana, partisipasi masyarakat merupakan faktor penting yang dapat mempercepat tindakan tanggap darurat, sementara teknologi informasi berfungsi sebagai alat untuk mempercepat komunikasi dan distribusi informasi.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah survei kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada masyarakat dan petugas BPBD di Papua Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi masyarakat yang aktif berkontribusi secara signifikan terhadap kecepatan respon bencana. Responden yang terlibat dalam pelatihan dan kegiatan penanggulangan bencana memiliki kesiapsiagaan yang lebih baik, yang berdampak positif pada waktu respon saat bencana terjadi.Selain itu, ketersediaan teknologi informasi terbukti mempercepat akses terhadap informasi terkait potensi bencana dan tindakan yang harus diambil. Penggunaan aplikasi mobile dan media sosial memfasilitasi komunikasi yang lebih cepat antara BPBD dan masyarakat, sehingga meningkatkan koordinasi dalam penanganan bencana.Hasil penelitian ini menunjukkan adanya hubungan sinergis antara partisipasi masyarakat dan teknologi informasi dalam meningkatkan kecepatan respon bencana. Oleh karena itu, disarankan agar BPBD Provinsi Papua Barat memperkuat program edukasi dan pelatihan bagi masyarakat serta meningkatkan infrastruktur teknologi informasi untuk mempercepat dan memperkuat respon terhadap bencana di masa mendatang. Kata kunci: partisipasi masyarakat, teknologi informasi, kecepatan respon bencana, BPBD, Papua Barat.