Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Uji Kandungan Boraks, Formalin dan Rhodamin B pada Berbagai Jenis Kerupuk di Sidoarjo Divanza Ranastasia Qolbuque; Anisa Maharani; Faiqah Ghaniyah; Meysha Anastasia; Waode Nurul Iman Albaiti; Mochammad Daffa Azzary; Kadek Darmawan; Zacky Muhammad Naufal; Rifqy; Riyanur Rahmatullah; Rini Purbowati
Prosiding Seminar Nasional Kusuma Vol 2 (2024): Prosiding Seminar Nasional Kusuma
Publisher : LPPM UWKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang:  Kebutuhan masyarakat akan makanan yang aman, sehat dan bergizi semakin meningkat. Fakta masih ditemukan makanan mengandung bahan berbahaya yang sering disalahgunakan. Bahan berbahaya tersebut berisiko berupa gangguan pada organ tubuh ataupun timbulnya kanker. Kerupuk merupakan makanan yang bersifat kering, ringan dan porus yang terbuat dari bahan-bahan berpati yang cukup tinggi dan produk ini merupakan makanan khas yang digemari oleh masyarakat. Sidoarjo sebagai pusat penghasil kerupuk diharapkan dapat menghasilkan produk kerupuk yang bermutu dan aman dari kandungan bahan berbahaya tersebut. Tujuan penelitian adalah menganalisis secara kualitatif keberadaan boraks, formalin dan rhodamin B pada berbagai jenis sampel kerupuk di Sidoarjo. Metode penelitian: merupakan penelitian eksperimen yang dilakukan di Lab. Biokimia FK-UWKS pada September 2024. Pengambilan sampel secara simple random sampling dengan kriteria produk kerupuk yang dijual di pusat grosir krupuk Sidoarjo sebanyak 30 sampel. Tes keberadaan boraks, formalin dan rhodamine B secara kualitatif menggunakan merek Labstest Reagen. Analisis dilakukan dengan menghitung persentase kerupuk yang mengandung boraks, formalin dan rhodamine B. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 10 sampel kerupuk (33,3%) mengandung boraks dan tidak ditemukan sampel kerupuk yang mengandung formalin (0 %) dan tidak ditemukan sampel kerupuk yang mengandung rhodamine B (0 %) . Kesimpulan: Masih terdapat zat bahan tambahan pangan yang berbahaya seperti boraks dengan persentase yang relatif kecil namun tidak ditemukan bahan formalin dan rhodamine B pada berbagai jenis sampel kerupuk di Sidoarjo. Perlu dilakukan sosialisasi terkait dampak pemakaian zat bahan tambahan pangan yang berbahaya terhadap kesehatan pada seluruh masyarakat dan produsen kerupuk di Sidoarjo