Alimuddin, Herman
STKIP Andi Matappa

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PENGARUH KEAKTIFAN BELAJAR SISWA MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS VII SMP NEGERI 4 SATAP BUNGORO Alimuddin, Herman
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 1 (2017)
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.959 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v1i1.182

Abstract

Jenis penelitian ini adalah penelitian Eksperimen yang bersifat korelasi dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh keaktifan belajar siswa akibat penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI) terhadap hasil belajar matematika. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh kelas VII SMP Negeri 4 Satap Bungoro tahun ajaran 2017-2018 yang berjumlah 27 siswa, dengan mengambil sampel dengan menggunakan teknik “simple jenuh”. Pegumpulan data menggunakan lembar observasi keaktifan dan tes tertulis. Data dianalisis dengan analisis statistik deskriptif dan statistik inferensial Keaktifan siswa pada saat pembelajaran termasuk kategori aktif dengan persentase 55,55% dan  skor rata-rata 75,26, Hasil belajar matematika siswa termasuk kategori sangat baik dengan persentase 51,82% dan skor rata-rata 80,56. Uji hipotesis diperoleh nilai Fhitung  > Ftabel ( 6,965 > 4,24 ), yang menunjukkan bahwa H0 ditolak dan H1 diterima yang berarti terdapat perbedaan hasil belajar peserta didik sebelum penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI). Berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization (TAI) terjadi peningkatan hasil belajar pada peserta didik kelas VII SMP Negeri 4 Satap Bungoro.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE GROUP INVESTIGATION TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA Alimuddin, Herman
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 1, No 2 (2017): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.17 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v1i2.186

Abstract

Penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Group Investigation terhdap hasil belajar matematika. Permasalahan yang dikaji adalah “ Hasil belajar peserta didik yang menerapkan pembelajaran Group Investigation berbeda dengan yang menerapkan pembelajaran konvensional Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah hasil belajar peserta didik yang menerapkan pembelajaran Group Investigation berbeda dengan yang menerapkan pembelajaran konvensional materi Bilangan Bulat. Sampel penelitian diambil secara random, di mana dipilih menjadi dua kelas dari 12 kelas. Pengumpulan data menggunakan Tes Hasil Belajar Matematika pada pokok Bahasan Bilangan Bulat dalam bentuk Uraian.Teknik Analisis data menggunakan statistika deskriptif adalah sebagai berikut. (1) Hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation (Kelompok eksperimen) Mencapai nilai rata rata sebesar 73,67 dengan simpangan baku (standar deviasi) sebesar 8,479 (2) Hasil belajar matematika peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran konvensional (Kelompok Kontrol) mencapai nilai rata rata 69,92 dengan simpangan baku (standar deviasi) sebesar 76,25. Dan hasil belajar peserta didik yang diajar dengan model pembelajaran Group Investigation lebih tinggi dibanding dengan model pembelajaran Konvensional. Teknik analisis inferensial menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil belajar matematika siswa yang diajar dengan menggunakan model Group Investigation dengan siswa yang diajar dengan menggunakan model pembelajaran Konvensional.
Pentingnya PTK Bagi Guru Busyrah, Sitti; Alimuddin, Herman; Kamaruddin, Rahmat
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): September
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.094 KB) | DOI: 10.31100/matappa.v1i2.231

Abstract

. Tujuan IbM ini adalah untuk memecahkan masalah prioritas yang disepakati oleh Tim Pelaksana dan Mitra, yaitu cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hingga pembuatan laporannya. Melalui pelatihan ini, diharapkan dihasilkan laporan penelitian tindakan kelas, artikel untuk dipublikasi di jurnal ber-ISSN dan sertifikat bagi peserta pelatihan. Sebagai upaya menyelesaikan persoalan mitra di atas, ditawarkan metode Pelatihan PTK yang Berorientasi Laporan Hasil Penelitian. Selanjutnya, untuk mendukung realisasi metode yang ditawarkan, prosedur kerja metode ini adalah pengenalan konsep dasar PTK, penyajian cara praktis melakukan PTK dan membuat laporan hasil pelaksanaannya, serta membimbing dan menuntun guru-guru mitra secara intensif dengan alokasi waktu yang relatif banyak untuk berdiskusi tentang pelaksanaan PTK hingga diperoleh sebuah produk berupa laporan penelitian tindakan kelas dan artikel untuk dipublikasi di jurnal ber-ISSN.
Pentingnya PTK Bagi Guru Busyrah, Sitti; Alimuddin, Herman; Kamaruddin, Rahmat
MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 1, No 2 (2018): September
Publisher : MATAPPA: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (730.094 KB) | DOI: 10.31100/matappa.v1i2.231

Abstract

. Tujuan IbM ini adalah untuk memecahkan masalah prioritas yang disepakati oleh Tim Pelaksana dan Mitra, yaitu cara melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) hingga pembuatan laporannya. Melalui pelatihan ini, diharapkan dihasilkan laporan penelitian tindakan kelas, artikel untuk dipublikasi di jurnal ber-ISSN dan sertifikat bagi peserta pelatihan. Sebagai upaya menyelesaikan persoalan mitra di atas, ditawarkan metode Pelatihan PTK yang Berorientasi Laporan Hasil Penelitian. Selanjutnya, untuk mendukung realisasi metode yang ditawarkan, prosedur kerja metode ini adalah pengenalan konsep dasar PTK, penyajian cara praktis melakukan PTK dan membuat laporan hasil pelaksanaannya, serta membimbing dan menuntun guru-guru mitra secara intensif dengan alokasi waktu yang relatif banyak untuk berdiskusi tentang pelaksanaan PTK hingga diperoleh sebuah produk berupa laporan penelitian tindakan kelas dan artikel untuk dipublikasi di jurnal ber-ISSN.
PROFIL KEMAMPUAN SPASIAL DALAM MENYELESAIKAN MASALAH GEOMETRI SISWA YANG MEMILIKI KECERDASAN LOGIS Alimuddin, Herman; Trisnowali, Andi
HISTOGRAM: Jurnal Pendidikan Matematika Vol 2, No 2 (2018): Histogram
Publisher : STKIP Andi Matappa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (173.442 KB) | DOI: 10.31100/histogram.v2i2.238

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil kemampuan spasial dalam menyelesaikan masalah geometri siswa yang memiliki kecerdasan logis matematis ditinjau dari perbedaan gender. Jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Peneliti bertindak sebagai instrumen utama yang dipandu oleh tes kecerdasan logis matematis, tes linguistik, TKSMG dan pedoman wawancara yang valid. Pengumpulan data dilakukan melalui pemberian tes kecerdasan logis matematis pada beberapa calon subjek untuk memperoleh subjek penelitian sebanyak 4 subjek terdiri dari 2 subjek laki-laki dan 2 subjek perempuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI SMA Negeri 2 Pangkep. Hasil penelitian menunjukkan, dalam menyelesaikan masalah geometri: (1) terkait kerangka acuan, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran logisnya secara bersama-sama (2) terkait konservasi jarak, subjek laki-laki dan subjek perempuan menggunakan kemampuan spasial dan penalaran analitiknya serta kemampuan menarik suatu kesimpulan, (3) terkait representasi spasial, subjek laki-laki dan subjek perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan kecerdasan logis matematisnya, (4) terkait rotasi mental, subjek laki-laki dominan menggunakan kemampuan spasialnya sedangkan subjek perempuan kurang menggunakan kemampuan spasialnya, (5) terkait hubungan proyektif, subjek laki-laki dan perempuan mengintegrasikan kemampuan spasial dan penalaran logisnya, (6) kemampuan spasial subjek laki-laki dan subjek perempuan yang memiliki kecerdasan logis matematis tinggi berada pada level tinggi.