Fenomenologi adalah motode filsafat yang mempelajarai tentang gelaja-gejala yang tampak, melalui pendekatan empirik dan rasional.Osrang yang pertama mempelopori adalah Edmund Husserl, fenomenologi pada dasarnya adalah studi tentang kesadaran dan strukturnya. baru kemudian pada tahun 1933 muncul fenomenologi agama yang dipelopori G Vander Leeuwdengan bukunya Phenomenologie der Religion, oleh Bleker Fenomenologi agama diartikan sebagai studi pendekatan agama dengan acara membandingakan berbagai macam gejala bidang yang sama antara berbagai macam agama,misalnya cara penerimaan penganut, doa-doa inisiasi, upacara penguburan dan sebagainya.Apakah agama perlu dikaji karena kebenarannya bersifat absolud/mutlak ? Apa yang perlu dikaji dalam fenomenologi agama ?. Betul bahwa agama adalah mempunyai kebenaran mutlak yang tidak diragukan lagi, dan manusia wajib mempercayai/meyakini akan kebenaran itu, akan tapi yang menjadi objek penelitian melalui pendekatan fenomenologi agama adalah prilaku orang dalam menjalankan agama, bukan nilai-nilai yang terkandung didalam ajaran agama tersebut.Kalau agama tak lagi perlu dikaji karena kebenarannya adalah bersifat mutlak/absolut, sehingga objek penelitiannay adalah prilaku penganutnya, bukan nilainilai yang terkandung didalam ajaran agama, lalu apa peran ilmuwan agama (ulama)?. Peran ilmuwan agama adalah; 1).Disatu sisi ilmuwan agama bersikukuh pada posisinya sebagai seorang yang ahli agama (ulama) tanpa mau menjeburkan diri pada masalahmasalah diluar yang dikuasainya, karena dianggapnya dapat mempengaruhi tindakan pemisahan kajian agama dengan disiplin ilmu-ilmu lainnya. 2).Pada sisi yang lain ilmuwan agama hanya mampu menguraikan data-data masalah agama dan mampu menafsirkan serta meyakinkan kepada orang-orng yang beriman saja.Kata Kunci: Pendekatan Fenomenologis dan Kajian Islam