Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN METODE MULTISPEKTRAL UNTUK IDENTIFIKASI LITOLOGI PADA EKSPLORASI MIGAS. Yudi Kuntoro; Tri Mudji Susantoro; Herru Lastiadi Setiawan; Nurus Firdaus; Panuju; Epo Prasetya Kusumah
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 54 No. 1 (2020): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh tidak terjangkaunya beberapa titik penting pada saat melaksanakan survei geologi karena faktor topografi atau faktor lain. Titik penting itu berupa singkapan batuan, maupun rembesan migas. Penelitian ini mengusulkan penggunaan sensor multispektral yang dimobilisasi menggunakan drone untuk membantu menjangkau semua titik dan meningkatkan efektivitas dan efisiensi survei. Penelitian ini dibangun dari hipotesis bahwa setiap manifestasi geologi akan mempunyai spektrum yang unik. Kegiatan penelitian ini mencakup perekaman spektrum sampel batuan referensi dan perekaman di lapangan (daerah aliran sungai Cipamingkis, Kabupaten Bogor). Hasil perekaman menunjukkan sebanyak 12 dari 14 sampel batupasir menghasilkan kurva berbentuk seperti huruf M, di mana band-2 dan band-4 mempunyai nilai lebih tinggi dibanding band lain. Enam sampel batulempung menunjukkan spektrum dengan puncak reflektansi pada band-4. Empat sampel batugamping memberikan spektrum dengan puncak pada band-2. Dua sampel batuserpih membentuk kurva menyerupai batulempung, sedangkan dua sampel lainnya mempunyai kurva menurun dari band-1 ke band-5. Dua sampel batubara mempunyai bentuk spektrum identik. Terakhir, 5 dari 6 sampel batuan beku menghasilkan bentuk kurva dengan puncak tertinggi pada band-2 dan terendah pada band-4. Hasil perekaman batuan referensi menunjukkan konsistensi data hingga 87,5% dan dari kegiatan ini dapat disimpulkan bahwa metode multispektral dapat digunakan untuk menidentifikasi manifestasi geologi.
ANALISIS SIKUENSTRATIGRAFI UNTUK IDENTIFIKASI KOMPARTEMENTALISASI RESERVOIR KARBONAT FORMASI NGIMBANG BLOK SUCI, CEKUNGAN JAWA TIMUR UTARA Panuju; Ginanjar Rahmat; Agus Priyantoro; Egie Wijaksono; Bambang Wicaksono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 51 No. 3 (2017): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Analisis sikuenstratigrafi telah dilakukan pada penampang sedimen Formasi Ngimbang di Blok Suci, Cekungan Jawa Timur Utara. Analisis ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui suksesi vertikal dan perubahan fasies secara lateral dari unit sikuen reservoir karbonat pada Formasi tersebut sehingga kompartementalisasi fasies dari reservoir karbonat dapat dipahami secara rinci. Data yang digunakan dalam penelitian ini meliputi tiga well logs, biostratigrafi , lingkungan pengendapan dan petrografi dari sumur SUCI-1, SUCI-2 dan KMI-1 yang didukung penampang seismik. Penelitian ini dilakukan dengan mengintegrasikan semua data G & G dalam kerangka kronostratigrafi dan model pengendapan karbonat sehingga kompartementalisasi yang mengontrol konektifi tas dan sifat fi sik unit-unit reservoir karbonat dapat dipahami dengan baik. Hasil analisis menunjukkan bahwa reservoir karbonat Formasi Ngimbang di Blok Suci diendapkan selama Eosen Akhir sampai Oligosen Awal pada lingkungan neritik pinggir sampai batial atas. Secara kronostratigrafi , penampang karbonat Formasi Ngimbang dapat dibagi ke dalam tiga unit sikuen yang dipisahkan oleh bidang keidakselarasan, yaitu unit facies karbonat platform berumur Eosen Akhir di sekitar lokasi sumur SUCI-2, unit fasies karbonat platform berumur Oligosen Awal bagian bawah di sekitar lokasi sumur KMI-1 dan SUCI-2 dan unit fasies core reef berumur Oligosen Awal bagian atas di lokasi sekitar sumur SUCI-1. Hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan fenomena akumulasi gas yang hanya dijumpai pada lokasi sumur SUCI-1, dan hanya gas show dan oil trace yang terobservasi di sumur SUCI-2, serta indikasi hidrokarbon yang sama sekali tidak ditemukan pada sumur KMI-1. Hal tersebut terjadi karena reservoir karbonat fasies core reef berumur Oligosen Awal hanya dijumpai pada lokasi sumur SUCI-1 dan tidak menerus ke lokasi Sumur SUCI-2 dan KMI-1. Analisis kompartementalisasi ini akan dapat meningkatkan rasio keberhasilan perusahaan-perusahaan migas yang melakukan pemboran dengan target batuan reservoir berupa batuan karbonat.
Optimizing CO2 Storage Strategies for Enhanced MineralTrapping and Plume Containment in The Aquifer Zoneof an Indonesian Gas Reservoir Iskandar, Utomo Pratama; Arik; Panuju; Grandis, Garindia; Ilham, Nanda
Scientific Contributions Oil and Gas Vol 49 No 2 (2026)
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29017/scog.v49i2.2067

Abstract

This study evaluates optimized CO₂ storage strategies in the aquifer zone of the SK gas field in Indonesia to improve plume containment and explore the potential for enhanced mineral trapping. A coupled compositional-flow and reactive-transport simulation workflow was applied using an upscaled reservoir model under a common safe operating pressure envelope and a containment constraint requiring the plume to remain within the aquifer zone over a 120-year simulation period. Three groups of scenarios were examined: well-placement sensitivity (A1–A3), production-assisted injection (B1–B3), and completion-design sensitivity (C1–C3). Among the baseline cases, A3 provided the best plume containment, with the most compact lateral footprint and smallest vertical plume spread, while A1 gave the highest total stored CO₂. Among the production-assisted cases, B2 was the most effective pressure-management option, producing the largest pressure reduction and a modest increase in total stored CO₂. Completion redesign generated the largest storage gains, increasing total stored CO₂ by about 28–33.3% relative to the corresponding baseline cases. Most scenarios maintained the plume confinement within the aquifer zone, although C1 showed localized upward CO₂ occurrence near the free-water level. Overall, the tested strategies improved storage performance, with A3 providing the best plume containment among the baseline cases, B2 delivering the strongest pressure-management benefit and increasing total stored CO₂ by approximately 3.93% relative to A2, and completion redesign producing the largest storage gains, increasing total stored CO₂ by about 28–33.3% relative to the corresponding baseline cases. Mineral trapping increased slightly in the completion-design cases, although it remained a minor component of total storage within the 120-year simulation period.