Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

KAJIAN KEBIJAKAN CADANGAN PENYANGGA BAHAN BAKAR MINYAK SERTA RENCANA UMUM PEMBANGKIT TENAGA LISTRIK UNTUK MENJAMIN KESINAMBUNGNAN PENYEDIAAN ENERGI PADA PROGRAM IMPLEMENTASI TOL LAUT Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 51 No. 1 (2017): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tol Laut untuk memperkuat jalur pelayaran telah dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo. Implementasi tol laut akan meningkatkan konsumsi Minyak Bakar, Minyak Solar dan listrik di dalam negeri. Untuk menjamin kesinambungan program implementasi tol laut, peningkatan konsumsi Minyak Bakar dan Minyak Solar dapat diantisipasi melalui Program Prioritas Penyediaan Minyak Bakar dan Minyak Solar yang diusulkan dalam Kebijakan Cadangan Penyangga Bahan Bakar Minyak yaitu: 1. Penyelesaian Peraturan Presiden tentang Cadangan Penyangga dan Cadangan Operasional Minyak dan Gas Bumi. 2. Penyelesaian Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral tentang Cadangan Penyangga dan Cadangan Operasional Minyak dan Gas Bumi. 3. Penugasaan Badan Usaha Milik Negara untuk Penyediaan Cadangan Penyangga Minyak Bakar dan Minyak Solar. 4. Penugasaan Badan Usaha Niaga Umum Bahan Bakar Minyak oleh BPHMIGAS untuk Penyediaan Cadangan Operasional. Minyak Bakar dan Minyak Solar. 5. Pelaksanaan Mandatori Biofuelsesuai Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015. Sedangkan peningkatan konsumsi listrik Untuk kesinambungan implementasi tol laut dapat diantisipasi melalui Program Prioritas Penyediaan Listrik yang diusulkan yaitu: 1. Produksi listrik di seluruh wilayah pelabuhan tol laut sesuai dengan Rencana Usaha Penyediaan TenagaListrik (RUPTL) PT PLN (PERSERO) 2015-2024 serta Penyediaan kebutuhan listrik tambahan di wilayah pelabuhan tol laut Batu Ampar Batam dan Teluk Bayur. 2. Pelaksanaan Mandatori Biofuel pada penyediaan listrik sesuai Peraturan Menteri ESDM nomor 12 tahun 2015.
Penggunaan Adsorben Penyimpanan Bahan Bakar Gas untuk Pengembangan Kota Gas di Indonesia Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengembangan kota gas yang dilakukan oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi melalui program pembangunan jaringan pipa gas bumi untuk rumah tangga hanya dapat dilaksanakan untuk kota-kota atau daerah yang dekat dengan sumber gas bumi. Sedangkan pengembangan kota gas di kota-kota yang tidak memiliki jaringan pipa transmisi dan distribusi gas bumi dapat dipertimbangkan dengan menggunakan tabung adsorben penyimpanan Bahan Bakar Gas sektor rumah tangga, dengan bahan karbon aktif yang optimal sekitar 18,5 kg (dengan massa jenis adsorben 2,5 g/cm3) akan mampu menyimpan Bahan Bakar Gas sekitar 4,15 m3 atau setara dengan 3,0 kg LPG (bersubsidi) pada tekanan kerja 15 Bar.
Perbandingan Alternatif Distribusi Bahan Bakar Gas untuk Substitusi Minyak Tanah Sektor Rumah Tangga Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 1 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka menunjang program pemerintah untuk mengurangi subsidi dengan substitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh gas bumi dilakukan kajian perbandingan alternatif distribusi gas bumi yang layak untuk diterapkan. Kajian dilakukan melalui survei literatur dan penelusuran informasi perkembangan penelitian di bidang moda penyimpanan dan distribusi gas bumi skalakecil meliputi penyimpanan dan distribusi hidrat gas, adsorben gas bumi dan tabung gas SENJI serta LPG 3 kg. Setelah dibandingkan berdasarkan parameter teknis operasional dan keekonomian, alternatif penyimpanan dan distribusi melalui tabung LPG 3 kg dan tabung gas SENJI memiliki keunggulan dibandingkan hidrat gas dan adsorben gas bumi di antaranya tekanan operasi yang lebih rendah, temperatur operasi yang sesuai dengan temperatur ambient daerah tropis, efisiensi pemanfaatan gas 100% pada tekanan atmosferik, bahan material tabung yang relatif lebih mudah serta kemudahan dalam pengembangan standar peralatan. Walaupun demikian, kapasitas penyimpanan dalam tabung gas SENJI relatif kecil dibanding kapasitas penyimpanan hidrat gas dan adsorben gas bumi. Selain itu, berdasarkan rekomendasi standar US Department of Transportation, sebelum tabung gas SENJI diproduksi secara massal untuk digunakan secara luas oleh masyarakat perlu dilakukan analisis confinement test yaitu pengamatan dan pengujian unjuk kerja tabung gas SENJI di dalam ruangan tertutup yang terbakar.
Garis Besar Rencana Penelitian dan Pengembangan Adsorben untuk Distribusi dan Penyimpanan Bahan Bakar Gas Skala Rendah Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 42 No. 3 (2008): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengurangan subsidi melalui substitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh Bahan Bakar Gas (BBG) terkendala oleh keterbatasan jaringan pipa distribusi gas. Badan usaha distribusi gas bumi yang berorientasi profit center kurang berminat mengembangkan jaringan pipa gas ke konsumen rumah tangga yang tersebar dan memiliki tingkat konsumsi BBG yang sangat rendah karena alasan keekonomian. Oleh karena itu, PPPTMGB ”LEMIGAS” selalu melakukan penelitian dan pengembangan teknologi alternatif distribusi dan penyimpanan BBG tekanan dan skala rendah guna menanggulangi keterbatasan jaringan pipa distribusi gas untuk mensubstitusi minyak tanah sektor rumah tangga oleh BBG. Salah satu teknologi alternatif distribusi dan penyimpanan BBG tekanan dan skala rendah yang dipertimbangkan PPPTMGB ”LEMIGAS” untuk dikembangkan adalah teknologi adsorben BBG, yang menggunakan bahan baku karbon aktif dari naturally fiber (fiber alami) beserta zat perekat yang dikompres pada tekanan dan temperatur tertentu. Teknologi adsorben BBG ini dipertimbangkan untuk dikembangkan karena bahan baku adsorben dan zat perekat organik tersedia dengan melimpah di Indonesia. Selain itu, proses sintesa adsorben BBG menggunakan teknologi yang relatif sederhana sehingga akan dapat menggunakan kemampuan nasional secaramaksimal. Penelitian dan pengembangan teknologi adsorben BBG yang dilaksanakan di PPPTMGB ”LEMIGAS” berfokus pada pembentukan adsorben BBG kinerja tinggi melalui parameter kinerja adsorben yaitu kapasitas adsorsi dan desorpsi BBG yang tinggi, kinetika adsorpsi yang baik, sifat mekanik yang unggul, stabilitas dan durabillitas tinggi, ketersediaaan bahan baku serta sintesa yang efektif dan efisien.
Garis Besar Rencana Substitusi Minyak Tanah oleh Gas Bumi Melalui Tabung Senji Yusep Kartiwa Caryana
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 41 No. 2 (2007): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada tahun 2006, Pemerintah Indonesia mendeklarasikan Program Energi Alternatif untuk mengurangi konsumsi Bahan Bakar Minyak di dalam negeri. Salah satu program yang direncanakan adalah substitusi minyak tanah oleh gas SENJI (CNG; Compressed Natural Gas) untuk keluarga prasejahtera. Substitusi ini akan diimplementasikan melalui distribusi gas dengan menggunakan tabung gas SENJI, sebagai salah satu paten LEMIGAS. Program ini kemudian dikembangkan sebagai Program Gas SENJI. Rencana implementasi Program Gas SENJI (pada tahun anggaran 2007) meliputi identifikasi sumber gas SENJI, pemetaan wilayah konsumen, pengembangan Standar Nasional Indonesia (SNI) tabung dan fasilitas pengisian gas SENJI, kerangka regulasi dan konsep skema bisnis serta proyek percontohan gas SENJI untuk mengantisipasi kendala dan kesulitan yang dapat muncul pada saat implementasi. Selain itu, hasil pilot proyek percontohan diperlukan juga sebagai masukan untuk penyusunan Road Map Gas SENJI.