Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Pendugaan Proses Pencampuran Limbah Cair di Wilayah Perairan Estuaria M.S. Wibisono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 36 No. 1 (2002): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wilayah estuaria merupakan salah satu alternatif sebagai tempat pembuangan limbah cair kegiatan migas yang diduga masih mengandung kadar hidrokarbon, walaupun kecil beserta komponen-komponen toksik lainnva. Mengingat wilayah tersebut merupakan wilayah ekosistem yang berdekatan dengan pantai dan yang mempunyai produktivitas tinggi, selalu dinamis, berfluktuasi sesuai gerakan pasang surut, maka daya dukung estuaria perlu mendapat perhatian. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tipe pencampuran muara setempat dalam rangka untuk memperkirakan proses pencampuran pencemar dengan perairan muara. Selanjutnya metode yang digunakan diharapkan bisa diterapkan dan dikembangkan guna kepentingan pengelolaan lingkungan pantai yang lebih baik termasuk kegiatan pemantauannya. Pengamatan dilakukan di delapan stasiun di wilayah muara Sungai Saliki (Muara Badak), yang merupakan cabang Sungai Mahakam bagian utara. Pada tiap stasiun dilakukan pengamatan terhadap kedalaman dan tingkat salinitas saat pasang dan surut, sedangkan pengukuran pasang surut dilakukan di pelabuhan Badak Hilir selama 48 jam menggunakan tide-staff dicatat setiap 30 menit. Hasil studi menunjukkan bahwa tipe pasang surut di wilayah studi termasuk Harian Ganda. Kedalaman di wilayah muara berkisar antara 1 - 8,8 meter dari duduk tengah, dengan ripe pencampuran pada irisan membujur sepanjang muara saat pasang slightly stratified - salt wedge, dan saat surut menjadi slightly stratified - highly stratified.
Pengaruh Buangan Air Formasi terhadap Zooplankton Marin, Artemia Salina, Leach M.S. Wibisono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 36 No. 2 (2002): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengingat langkanya informasi tentang dampak buangan air formasi terhadap zooplankton marin khususnya di wilayah tropis, maka dirasa perlu untuk melakukan studi ini. Dalam penelitian ini menggunakan jenis Artemia salina, Leach sebagai hewan uji, dengan tujuan selain untuk menentukan tingkat toksisitas air formasi yang berasal dari lapangan operasi Mundu juga untuk menentukan jenis- jenis kandungan kimia dan kelas air formasi yang digunakan. Metode uji hayati telah dipakai dengan sistem air tergenang menggunakan air media uji dari Gelanggang Samudra Jaya Ancol (GSA) yang telah disaring dan diukur kualitasnya. Wadah uji terbuat dari bahan gelas disusun dalam 3 baris (ulangan) secara acak berisi campuran air media uji dan air formasi Mundu sebanyak 10 liter kecuali pada perlakuan Kontrol. Tiap ulangan dibuat gradasi konsentrasi dan tiap wadah uji diisi dengan 10 ekor hewan uji. Selama waktu uji tidak diberi aerasi, Hasil penelitian menunjukkan bahwa selama 96 jam perlakuan didapat konsentrasi tanpa dampak (NOEC/ No Observed Effects Concentration) yang berkisar antara 100- 750 ml/liter. Dengan metode Palmer (1911) maka didapat kelas untuk air formasi Mundu termasuk kelas V atau S, S, S, di mana beberapa tahun sebelumnya termasuk kelas III atau S, S, A, Perubahan kelas tersebut diduga karena pengaruh penurunan permukaan fluida dalam reservoir selama waktu dieksploitasi.
Tingkat Toksisitas Minyak Bumi Naphtetik Intermediate Terhadap Beberapa Jenis Biota Akuatik Pantai M.S. Wibisono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 21 No. 2 (1987): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sejalan dengan meningkatnya pembangunan di bidang industri minyak di Indonesia, maka dlam rangka usaha pengelolaan lingkungan baik, diras perlu meneliti serta menginventarisasi tingkat toksisitas minyak bumi dari seluruh sumur yang ada sebagai data baseline.
MASALAH PENENTUAN SUAKA LAUT SEBAGAI PRESERVASI BIOTA LAUT M.S. Wibisono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 19 No. 3 (1985): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bagi Indonesia, laut merupakan sebagian besar kehidupan penduduknya. Arti penting laut bagi Kelangsungan penduduk Indonesia ini tentunya harus mendapatkan perhatian yang serius. Pengelolaan yang berkaitan dengan kelautan dapat dilakukan tanpa timbul kemungkinan kerusakan sumber-sumber hayat laut, sehingga dapat dinikmati oleh generasi berikutnya. Untuk itu maka diperlukan usaha-usaha pelestariannya dengan melakukan suaka/cagar alam kelautan, atau suatu taman laut.
PENGARUH BAHAN PELEDAK (PRIMACORD) SEBAGAI SUMBER ENERGI GETAR SEIMIK UNTUK ESKPLORASI MINYAK BUMI TERHADAP ESKOSTEN ZONA TRANSISI (SEBUAH UJI COBA) M.S. Wibisono; J. Bilal
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 20 No. 3 (1986): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan eksplorasi di daerah perairan pada kedalaman 3 - 4 meter menggunakan bahan peledak. Primacord merupakan hal baru dan menarik untuk dipelajari bukan saja dari segi seismik, tetapi juga dari segi ekosistem. Mengingat daerah pantai di Indonesia umumnya mempunyai banyak fungsi peruntukan yang beragam, maka perlu diusahakan agar berbagai kepentingan tersebut dapat seiring-sejalan demi kepentingan pembangunan nasional. Sehubungan dengan hal tersebut, telah dilakukan pengamatan uji coba pada pengaruh ledakan penggunaan Primacord dari berbagai rentang @ 25 meter berukuran core 200 butiran/panjang, terhadap fisik perairan dan biota akuatik yang meliputi zooplankton, udang, dan ikan di dearah pantai Cirebon.