Satra Yunola
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Siti Khadijah Palembang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan pengetahuan, dan pekerjaan ibu Dengan Frekuensi Kunjungan Posyandu Balita Usia 1-5 Tahun di Posyandu Satra Yunola; Helni Anggraini
Jurnal Kesehatan Saintika Meditory Vol 7, No 1 (2024): Mei 2024
Publisher : STIKES Syedza Saintika Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30633/jsm.v7i1.2600

Abstract

Pemantauan pertumbuhan balita merupakan salah satu kegiatan program perbaikan gizi yang berupaya pada pencegahan gangguan gizi dan peningkatan keadaan gizi anak balita. Posyandu aktif adalah posyandu yang mampu melaksanakan kegiatan utamanya secara rutin setiap bulan (KIA: ibu hamil, ibu nifas, bayi, balita, KB, imunisasi, gizi, pencegahan, dan penanggulangan diare) dengan cakupan masing-masing minimal 50% dan melakukan kegiatan tambahan. Tujuan Penelitian adalah Diketahui Hubungan Pengetahuan Dan Pekerjaan Ibu dengan Frekuensi Kunjungan Posyandu Pada Balita Usia 5 Tahun Diposyandu Melati. Metode penelitian adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional, menggunakan teknik total sampling. Populasi dan jumlah sampel dalam penelitian ini adalah ibu yang memiliki balita usia 1-5 tahun  di Posyandu Melati sebanyak 51 balita responden. Hasil penelitian analisis univariat frekuensi Kunjungan Posyandu rutin sebanyak 38 orang (74,5%), ibu dengan pengetahuan baik sebanyak 28 orang (54,9%) dan ibu yang bekerja sebanyak 41orang (80,4%). Hasil analisis bivariat adalah hubungan yang bermakna antara pengetahuan dengan Frekuensi Kunjungan Posyandu dengan p value sebesar 0,019 < 0,05, pekerjaan dengan p value sebesar 0,011 dan kualitas tidur dengan p value sebesar 0,001 terbukti secara statistik. Kesimpulan ada Hubungan Pengetahuan Dan Pekerjaan Ibu Dengan Frekuensi Kunjungan Posyandu Pada Balita Usia 5 Tahun Diposyandu Melati. Saran bagi posyandu Diharapkan petugas/tenaga Kesehatan meningkatkan edukasi mengenai pentingnya untuk melakukan kunjungan Posyandu Balita baik secara tatap muka maupun dengan media yang dapat di akses.
The Isoflavone Intake for Preventing Osteoporosis in Menopausal Women: A Review Fariha Hinisa; Satra Yunola; Elvina Indah Syafriani
Journal of Research in Midwifery and Healthcare Vol 1 No 1 (2025): Journal of Research in Midwifery and Healthcare, June 2025
Publisher : Faculty of Medicine, Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/jrmh.v1i1.40858

Abstract

Osteoporosis is a condition marked by reduced bone mass and structural deterioration, increasing the risk of fractures. Isoflavones have been proposed as an alternative treatment to manage osteoporosis-related symptoms. This study aimed to evaluate the effectiveness of the isoflavones in improving bone health. A systematic search was conducted using PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar, following PRISMA 2023 guidelines to identify relevant studies. Articles were selected based on their investigation of isoflavones' effects on osteoporosis. A meta-analysis using a random-effects model was performed, with outcomes reported as odds ratios and 95% confidence intervals (CI). Two studies (total participants = 251) met the inclusion criteria. The findings indicated that isoflavones had a positive effect on increasing bone mineral density (BMD) in postmenopausal women with osteoporosis, showing a mean difference of 0.87 (95% CI: 0.42 to 1.78; p = 0.78). However, the improvement was not statistically significant compared to the placebo group. In conclusion, while isoflavones appear to support BMD, they did not show a significant advantage over placebo. Nonetheless, they may still be considered a potential complementary therapy for managing osteoporosis symptoms, especially in postmenopausal women.