R. Sacipto
Universitas Ngudi Waluyo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Penanggulangan dan pencegahan hiv dan aids Secara terintegrasi, tepat, kolaboratif dan berkesinambungan (tetep kober) Di kabupaten semarang B. Handitya; R. Sacipto
ADIL Indonesia Journal Vol. 1 No. 1 (2019)
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyebaran HIV / AIDS yang terjadi dalam masyarakat bukan semata-mata hanya masalah kesehatan saja, akan tetapi mempunyai implikasi politik, ekonomi, sosial, etis, agama dan hukum, bahkan dampaknya secara nyata cepat atau lambat dapat menyentuh semua aspek kehidupan bangsa dan negara. Hal ini mengancam upaya bangsa untuk meningkatkan kwalitas sumber daya manusia. Sistem untuk menekan angka orang dengan HIV dan AIDS harus segera diciptakan. Peningkatan penanggulangan HIV dan AIDS yang komprehensif di Indonesia memerlukan pendekatan yang strategis, dan juga melibatkan peran aktif semua sektor. Tantangan yang dihadapi sungguh besar dilihat secara geografik dan sosial ekonomi, Indonesia berpenduduk terbesar ke empat di dunia dan terdiri lebih dari 17.000 pulau, dengan sistem pemerintahan terdesentralisasi mencakup lebih dari 400 Kabupaten dan Kota serta 34 Provinsi. Kasus HIV telah dilaporkan oleh lebih dari 200 Kabupaten dan Kota di seluruh 34 Provinsi. Mengingat epidemic HIV merupakan suatu tantangan global dan salah satu masalah yang paling rumit dewasa ini. Pemerintah, masyarakat dan lembaga-lembaga Masyarakat sendiri harus lebih peduli terhadap meningkatnya angka ODHA akhir-akhir ini. Hak-hak penderita terhadap pengobatan dan perawatan belum mendapatkan perhatian semestinya, alokasi dana untuk pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS masih terbatas baik dari APBD maupun swasta atau pihak ketiga. Disamping jumlah anggaran yang terbatas pemanfaatannya belum terkoordinasikan, sehingga hasilnya belum maksimal. Biaya yang sangat tinggi untuk pengobatan dan perawatan orang yang terinfeksi HIV dan AIDS harus menjadi perhatian lebih. Sehingga langkah yang paling tepat adalah tindakan prefentif dari semua elemen.   Kata Kunci : Pencegahan, HIV dan AIDS, Terintegrasi, Masyarakat.