Mohammad Kurnaini
Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi’i Jember

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Mahfud MD Tentang Politik Inspiratif Dalam Perspektif Hadis Dan Implementasinya Untuk Mewujudkan Stabilitas Negara Rian Ahmad Ashab Firdaus; Mohammad Kurnaini
AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits Vol 1 No 2 (2023): AL-ATSAR: Jurnal Ilmu Hadits
Publisher : Sekolah Tinggi Dirasat Islamiyah Imam Syafi'i Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan yang sangat luas dengan beragam suku, ras, budaya dan agama. Dengan kondisi seperti ini potensi untuk terjadinya perpecahan sangat besar terutama menjelang Pemilu. Apabila perpecahan sampai terjadi maka hal ini dapat mengganggu stabilitas negara. Mahfud MD menjelaskan sebuah konsep yang bisa menjadi solusi untuk permasalahan ini yang disebut politik inspiratif. Ajaran Islam melalui hadis-hadis Nabi Muhammad ﷺ juga telah memberikan pengajaran tentang politik inspiratif ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui definisi dari politik inspiratif, mendukung konsep ini dari perspektif hadis dan implementasinya untuk mewujudkan stabilitas negara. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka. Hasil dari penelitian ini adalah definisi politik inspiratif menurut Mahfud MD adalah menginspirasi dan mengajak sesama manusia untuk menjadi pribadi yang lebih baik dengan melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan. Semua indikator politik inspiratif yang disebutkan oleh Mahfud MD terdapat dalil dari hadis-hadis Nabi ﷺ yang mendukungnya. Implementasi dari politik inspiratif adalah dengan mengajak masyarakat melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan sehingga akan tercipta masyarakat yang madani, bertakwa, berbudi luhur, berakhlak mulia, jujur dan adil sehingga Allah ﷻ akan mengangkat pemimpin yang serupa sehingga stabilitas negara akan terwujud. Kata Kunci: Hadis; Politik Inspiratif; Mahfud MD; Stabilitas Negara.
The Phenomenon of Artificial Intelligence-Based Photo Manipulation: A Thematic Hadith Analysis of Tashwir Zahrani Camelia Bilqis; Mohammad Kurnaini
Hikmah Vol. 23 No. 1 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Sumatera Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53802/hikmah.v23i1.668

Abstract

Advances in Artificial Intelligence (AI) technology, particularly deepfakes and Generative Adversarial Networks (GANs), have given rise to the phenomenon of photo manipulation capable of producing ultra-realistic images of living beings. This phenomenon raises new issues in contemporary hadith studies regarding the legal status of AI-based photo manipulation from the perspective of tashwir. This study aims to analyze the legal status of AI-based photo manipulation through a thematic hadith analysis approach (tahlil maudhu’i). The research employs a qualitative, literature-based method (library research), with primary sources consisting of hadiths on tashwir found in Sahih al-Bukhari and Sahih Muslim. Data were collected through hadith takhrij, documentary studies, and analysis of the opinions of classical and contemporary scholars. The results of the study reveal four main themes: al-mudhahah bi khalqillah, the context and purpose of use, al-shidq wa tahrim al-tadlis, and rukhsah. The study concludes that the ruling on AI-based photo manipulation is contextual. Manipulation that realistically produces a new image or contains elements of deception is deemed haram, whereas technical manipulation that does not alter the identity of the object and is performed for a specific benefit may be permitted under certain conditions.