Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH KUALITAS PELAYANAN TERHADAP KEPUASAN WARGA BINAAN DI BALAI REHABILITAS TERPADU PENYANDANG DISABILITAS DINAS SOSIAL DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA (BRTPD DINAS SOSIAL DIY) Banindaru Sasono Handito; Muhammad Subkhan
Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia STIE Widya Wiwaha Vol 3 No 3 (2023): Jurnal Riset Akuntansi dan Bisnis Indonesia
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Widya Wiwaha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32477/jrabi.v3i3.782

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan terhadap kepuasan Warga Binaan Di Balai Rehabilitas Terpadu Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta (BRTPD DINAS SOSIAL DIY). Penilaian kualitas pelayanan didasarkan pada dimensi serqual (service quality) yang terdiri dari lima dimensi, yaitu tangible (bukti fisik), reliability (kehandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), dan empathy (perhatian). Sampel dalam penelitian ini adalah warga binaan Balai Rehabilitas Terpadu Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta sebanyak 60 orang responden. Instrumen penelitian yang digunakan berupa kuesioner. Seluruh item pertanyaan dalam kuesioner bersifat valid dan reliabel. Persamaan regresi linier berganda yang diperoleh dalam penelitian ini adalah Y= 11,738 + 0,337 X1 + 0,053 X2 + 0,088 X3 - 0,368 X4 - 0,031 X5. Berdasarkan hasil uji parsial, variabel tangible berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan karena t hitung lebih dari t tabel, yaitu 2,873 lebih dari 1,674 dengan signifikansi 0,006, variabel reliability tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan karena t hitung kurang dari t tabel, yaitu 0,312 kurang dari 1,674 dengan signifikansi 0,757, variabel responsiveness tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan karena t hitung kurang dari tabel, yaitu 0,609 kurang dari 1,674 dengan signifikansi 0,545, variabel assurance tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan karena t hitung kurang dari t tabel, yaitu -1,884 kurang dari 1,674 dengan signifikansi 0,065, dan variabel empathy tidak berpengaruh terhadap kepuasan pelanggan karena t hitung kurang dari t tabel yaitu -0,179 kurang dari 1,674 dengan signifikansi 0,859. Hasil uji simultan menunjukkan bahwa variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy secara bersama-sama berpengaruh terhadap kepuasan Warga Binaan Di Balai Rehabilitas Terpadu Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 2,547 dengan signifikansi 0,038. Variabel tangible, reliability, responsiveness, assurance, dan empathy mampu menjelaskan kepuasan Warga Binaan Di Balai Rehabilitas Terpadu Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Daerah Istimewa Yogyakarta sebesar 19,1%, sedangkan sisanya sebesar 80,9% dijelaskan atau dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian.
PEMBERDAYAAN KELOMPOK WANITA TANI TIRTA RAHAYU MELALUI PENGUATAN DIGITAL MARKETING PRODUK OLAHAN KREATIF HASIL PERTANIAN BERBASIS IPTEK Beta Asteria; Sulastiningsih Sulastiningsih; Muhammad Subkhan; Rafif Raditya Muhrizal; Dimas Rizky Kurniawan
Jurnal Abdi Insani Vol 13 No 1 (2026): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v13i1.3010

Abstract

The Tirta Rahayu Women's Farmers Group (KWT) in Tamanan Village, Banguntapan District, Bantul Regency, has great potential to process agricultural products into value-added products. However, limited marketing access is a major challenge in business development. Strengthening digital marketing is a strategic solution to increase the competitiveness and sustainability of the KWT business. A Science and Technology (IPTEK) approach is crucial to support marketing transformation into the digital era. This activity aims to increase the capacity of KWT members in utilizing digital platforms and expanding market reach through technology-based marketing strategies. The implementation method included training, workshops, and direct mentoring in the use of social media, e-commerce, and digital marketing tools, which took place over four sessions. Quantitative data showed a significant change, with participants' average scores jumping from 50-70 to 75-90 after participating in the empowerment program through digital marketing reinforcement. The training materials also covered branding and market analysis. These activities resulted in an increased understanding of digital marketing strategies among KWT members. Processed products such as vegetable chips, healthy juices, vegetable packages, and vegetable nuggets began to be marketed online through social media and marketplaces. Sales showed a significant increase, and the market network expanded beyond the region. The activities also strengthened the role of women in the digital economy. The spirit of collaboration and innovation also increased among KWT members. This program provides a strong foundation for future sustainable business development. Conclusions: The digital marketing reinforcement activities have proven effective in increasing KWT capacity, marketing, and income. This program is worthy of replication in other farmer groups.