Djoko Sunarjanto
Peneliti Muda pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Teknologi 4 Dimensi (4D) untuk Optimalisasi Penataan Ruang Kegiatan Energi Sumber Daya Mineral Djoko Sunarjanto; Bambang Wicaksono; Heru Riyanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 44 No. 1 (2010): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sumber daya mineral dan energi di wilayah darat, laut dan ruang di atasnya secara terencana diarahkan untuk menciptakan keseimbangan ekosistem dan pelestarian fungsi lokasi. Termasuk di dalamnya memprioritaskan terlaksananya kegiatan Energi Sumber Daya Mineral tanpa sengketa tumpang tindih lahan, dengan tetap berupaya mempertahankan daya dukung dan daya tampung lingkungan. Optimalisasi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) bukan terbatas sektoral saja tetapi lebih ke arah merencanakan bagaimana menciptakan tata ruang yang bermanfaat bagi banyak pihak dan lingkungan.Kemampuan ahli dan teknologi Geologi, Geofisika dan Reservoir (GGR) minyak dan gas bumi memeras data/informasi seismik dan petrofisika, memberi inspirasi pemanfaatan teknologi 4 Dimensi (4D) untuk penataan ruang wilayah. Menggunakan teknologi 4D mengupayakan ketelitian dalam pengembangan Tata Ruang Wilayah sekaligus untuk perencanaan, pencatatan/pengukuran, peragaan, pemantauan (monitoring) dan informasi dini.
Upaya Penurunan Efek Rumah Kaca Melalui Bangunan Hijau Studi Kasus: Gedung Teknologi Gas sebagai Bangunan Hijau Djoko Sunarjanto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan bahan bakar minyak, tenaga listrik dan airtanah secara bijaksana bertujuan untuk melakukan efisiensi dan konservasi lingkungan. Termasuk upaya penggunaan bahan bangunan dari mineral industri untuk menggantikan material kayu produk hutan. Melalui aplikasi geologi lingkungan, hemat energi, dan hemat bahan bakar minyak dapat mulai dilakukan dalam kehidupan sehari-hari termasuk pengelolaan bangunan perkantoran. Penerapan kriteria utama guna memenuhi kategori bangunan hijau (green building) sudah dilakukan dalam Revitalisasi Gedung Teknologi Gas LEMIGAS. Sehingga Gedung Teknologi Gas berhasil masuk dalam pilot project bangunan hijau Indonesia. Sebagai bangunan hijau diharapkan ikut berperan menciptakan penurunan efekrumah kaca yang muaranya menjaga keselamatan lingkungan bagi kehidupan.