M. Hanifuddin
Peneliti Pertama pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Tingkat Penguapan pada Minyak Lumas Transmisi Milda Fibria; Catur Yuliani R.; M. Hanifuddin
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses transmisi roda gigi memungkinkan terjadinya slip yang mengakibatkan terjadinya pemanasan ekstrem di dalam gearbox. Kondisi ini selain dapat mengoksidasi minyak lumas dengan cepat juga akan menyebabkan penguapan berlebih yang berefek pada berkurangnya pelumasan hingga tidak mampu lagi melumasi dengan baik. Untuk mengetahui kehilangan minyak lumas, maka dilakukan pengujian terhadap beberapa minyak lumas transmisi roda gigi pada laboratorium semi-unjuk kerja minyak lumas. Dengan metode ASTM D 5800, minyak lumas dipanaskan pada suhu 2500C selama satu jam dengan tekanan 2 mbar menggunakan alat uji Noack evaporation tester. Hasilnya adalah pada beberapa minyak lumas roda gigi SAE 90, penguapan yang terjadi cukup besar bahkan mencapai lebih dari 30%. Sehingga pemilihan terhadap base oil dari pelumas haruslah diperhatikan.
Penggunaan Infra Red Oil Analyser untuk Memantau Kondisi Minyak Lumas Mesin Diesel M. Hanifuddin; Milda Fibria; Shinta Sari Hastuningtyas
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 1 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan program analisis minyak lumas yang baik akan memberikan petunjuk kondisi minyak lumas selama pemakaian. Analisis ini meliputi karakteristik kandungan aditif, produk-produk oksidasi, dan adanya kontaminan yang terdapat pada minyak lumas. Sampel diperoleh dari minyak lumas hasil formulasi dan minyak lumas produksi Pertamina yang ada di pasaran yang diujicobakan pada kendaraan diesel penumpang. Sampling dilakukan pada jarak tempuh 0km, 5000 km, 10000 km, dan 15000 km. Kemudian dilakukan analisis menggunakan FTIR Oil Analyser, yang menghasilkan sembilan utama jenis pengukuran inframerah. Berdasarkan hasil uji menggunakan FTIR Oil Analyser, minyak lumas secara garis besar menunjukkan karakteristik yang bagus sampai jarak tempuh 15.000 km.
Analisa Kerusakan Komponen Mesin Diesel Melalui Uji Fisika Kimia Minyak Lumas APi CF-4 M. Hanifuddin; Shinta Sari Hastuningtyas
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penggunaan mesin diesel banyak hal yang mempengaruhi kehandalan mesin tersebut, terutama terkait dengan kinerja mesin diesel. Salah satunya kondisi komponen-komponen yang ada diruang bakar seperti piston dan cylinder liner. Salah satu bentuk pemeliharaan pada mesin diesel yang cukup efektif adalah melalui pemantauan analisa fisika kimia minyak lumasnya.Penurunan nilai Angka Basa Total (TBN) berbanding lurus dengan meningkatnya jarak tempuh kendaraan. Pengujian beberapa unsur kimia memperlihatkan adanya peningkatan nilai terutama unsur Fe, Al, Cu, Cr, Si.