Maymuchar
Peneliti Muda pada Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Minyak dan Gas Bumi “LEMIGAS”

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efisiensi Katalitik Konverter dalam Mengurangi Emisi Karbon Monoksida dan Hidrokarbon pada Bahan Bakar Bensin 88 Maymuchar; Dimitri Rulianto
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 2 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Karbon monoksida (CO) dan hidrokarbon (HC) merupakan sebagian dari gas buang produk dari proses pembakaran pada mesin kendaraan. salah satu usaha untuk mengurangi gas buang ini adalah dengan menggunakan teknologi aftertreatment. Teknologi aftertreatment pada kendaraan berbahan bakar bensin adalah katalitik konverter. Proses oksidasi yang terjadi pada katalitik konverter akan mengubah sebagian CO dan HC menjadi CO2. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui effisiensi katalitik konverter pada kendaraan yang berbahan bakar bensin 88 tanpa timbal. Pengukuran emisi gas buang dilakukan sebelum uji jalan (0 km), setiap 2.500 km sampai 10.000 km. Effisiensi katalitik konverter dalam menurunkan emisi CO sebesar 31,4% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 25,9% pada jarak tempuh 10.000 km. Sedangkan effisiensi katalitik konverter dalam menurunkan emisi HC sebesar 29,9% pada jarak tempuh 0 km dan menurun menjadi 13,2% pada jarak tempuh 10.000 km. Kandungan sulfur dan timbal serta teknologi mesin menjadi faktor mempercepat turunnya efisiensi katalitik konverter.
Pengaruh Mutu Bahan Bakar Minyak Solar 48 dan 51 terhadap Pembentukan Emisi Partikulat pada Kendaraan Bermotor Maymuchar; Cahyo S. Wibowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 45 No. 3 (2011): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emisi partikulat (PM) adalah produk emisi dari proses pembakaran pada mesin diesel. Usaha untuk mengurangi emisi ini salah satunya adalah perbaikan mutu bahan bakar solar. Di Indonesia terdapat dua jenis bahan bakar solar yang diatur dalam Surat Keputusan Direktorat Jenderal Minyak dan Gas, yaitu solar 48 dan 51. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui seberapa besarpengaruh mutu bahan bakar solar yang ada di pasar domestik ini terhadap pembentukan emisi par-tikulat pada kendaraan bermotor. Pengukuran emisi partikulat dilakukan pada chassis dinamometer dengan beberapa variasi kecepatan. Kendaraan yang menggunakan solar 51 menghasilkan emisi partikulat lebih kecil dibanding solar 48. Perbedaanya adalah 10% pada kecepatan idle, 19% pada kecepatan 15km/jam, 15% pada kecepatan 30km/jam, 12% pada kecepatan 50km/jam dan 56% pada kecepatan 80 km/jam. Penurunan emisi partikulat ini sangat dipengaruhi oleh mutu bahan bakar solar dan kandungan sulfur yang rendah dimana angka setana yang tinggi akan memperbaiki karakteristik pembakaran dan kandungan sulfur yang rendah akan mengurangi kontribusinya dalam emisi partikulat.