Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Hubungan Beban Kerja, Shift Kerja dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Dwi Lestari; Lisneni Dewi; Yulia Hardi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.41

Abstract

Kelelahan kerja merupakan keadaan seseorang dimana menurunnya ketahanan dan efisiensi dalam bekerja. Hal tersebut disebabkan oleh melemahnya kondisi tenaga kerja untuk melakukan suatu kegiatan dan mengakibatkan terjadinya pengurangan kapasitas kerja dan ketahanan tubuh (Juliana, 2018). Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross sectional. Penelitian ini dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi pada penelitian ini adalah sama dengan jumlah sampel pekerja di bagian Unit Operasi PT X Palembang yang berjumlah 36 orang pegawai. Sampel diambil dengan menggunakan Total Sampling Rendahkan, teknik uji statistik menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa berdasarkan uji Chi-Square dengan nilai P value = 0.05, ada hubungan Beban Kerja, Shift Kerja Dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan Kerja nilai P value ≤ 0.05, Tidak ada hubungan Beban Kerja, Shift Kerja Dan Masa Kerja Terhadap Kelelahan kerja nilai P value > 0.05, Kesimpulannya ada hubungan antara beban kerja, shift kerja dan masa kerja terhadap kelelahan kerja.Saran memberikan suplemen untuk menjaga kesehatan tubuh serta minuman isotonik sebagai pengganti cairan tubuh secara rutin dan Menerapkan peraturan bahwa pekerja yang kurang sehat disarankan untuk beristrirahat guna memulihkan keadaan fisiknya baik itu sakit ringan maupun berat serta Mengganti tenaga manusia dengan mesin jika hal itu memungkinkan untuk mengurangi beban kerja pada pekerja
Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Stress Kerja pada Pekerja di PT X Kota Palembang Susi Wati; Lisneni Dewi; Rima Septiani
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.42

Abstract

Stres kerja merupakan perasaan tertekan yang dialami karyawan akibat ketidakseimbangan antara karakteristik individu dengan tuntutan pekerjaan serta lingkungan kerjanya, yang berdampak pada perilaku, kondisi fisik, dan psikologis karyawan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional dan dilaksanakan di PT X Palembang. Populasi dalam penelitian ini sama dengan jumlah sampel pekerja di Unit Operasi PT X, yaitu 36 orang pegawai. Sampel diambil menggunakan Total Sampling, dan analisis statistik dilakukan dengan uji Continuity Correction. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan uji Continuity Correction, terdapat hubungan antara usia dengan stres kerja (nilai P = 0.012), pendidikan dengan stres kerja (nilai P = 0.021), dan masa kerja dengan stres kerja (nilai P = 0.001). Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan stres kerja. Saran yang diberikan meliputi upaya untuk mengurangi tingkat stres kerja karyawan dan meningkatkan kepuasan kerja, serta memperhatikan penyebab stres seperti pembagian beban kerja yang adil dan penambahan alat produksi agar waktu kerja tidak terlalu mendesak. Hal ini diharapkan dapat membantu karyawan dalam mengontrol emosi mereka dan meningkatkan kinerja mereka secara keseluruhan.
Faktor yang Berhubungan dengan Kelelahan Kerja Pada Pekerja di PT. Semen Baturaja Tbk Pabrik Palembang Tahun 2024 Rama Talina; Rima Septiani; Lisneni Dewi
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.112

Abstract

Kelelahan kerja merupakan salah-satu masalah yang penting untuk ditanggulangi, karena kelelahan kerja dapat mengakibatkan kondisi kesehatan menurun yang akan mengakibatkan turunnya produktivitas kerja serta dapat terjadinya kecelakaan kerja. Kelelahan kerja adalah salah satu permasalahan kesehatan dan keselamatan kerja yang dapat menjadi faktor risiko terjadinya kecelakaan pada saat bekerja. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi menganalisis faktor yang berhubungan dengan kelelahan kerja pada pekerja di PT X, Tbk Pabrik Palembang Tahun 2024. Penelitian ini menggunakan metode analitik kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini seluruh populasi yang berjumlah 30 responden. analisis ini menggunakan metode chic- square analisis univariat dan bivariat. Hasil Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,563), masa kerja (p=0,563), dengan kelelahan kerja pada pekerja sedangkan IMT (p=0,004), terdapat hubungan yang signifikan terhadap kelelahan kerja. karena memiliki taraf signifikansi (p=0,004). Sarannya diharapkan pekerja Memperhatikan kondisi tubuh ketika melakukan aktivitas kerja sehari-hari, yang harus terkoordinasi antara beban kerja dan efisiensi kerja supaya tidak memicu terjadinya kelelahan saat kerja. Membiasakan pekerja melakukan peregangan otot di sela-sela pekerjaan atau saat beristirahat agar peredaran darah stabil sehi
HUBUNGAN PROMOSI KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA TERHADAP PERILAKU AMAN PADA PEKERJA Lisneni Dewi
Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan Vol 17, No 1 (2025): Babul Ilmi Jurnal Ilmiah Multi Science Kesehatan
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36729/bi.v17i1.1366

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan kerja bisa disebabkan oleh perilaku tidak aman di dalam melakukan suatu pekerjaan oleh pekerja. Perilaku manusia memegang peranan penting dalam mengakibatkan kecelakaan. Ketidaktahuan dan kesalahan mengikuti prosedur bekerja dengan aman menjadi penyebab pekerja berada dalam risiko tertentu. Sebagian besar pekerja sadar akan risiko yang ada di tempat kerja mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara promosi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) dengan perilaku aman pada pekerja di PT. X Palembang pada tahun 2024. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Pelaksanaan penelitian berlangsung pada bulan Februari hingga Juni 2024. Teknik sampling yang digunakan adalah total sampling, dengan jumlah responden sebanyak 40 orang. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji chi-square untuk mengkaji hubungan antar variabel. Hasil: Menunjukkan hasil bahwa ada hubungan yang signifikan antara komunikasi K3 dengan p_value 0,030 < 0.05, pengawasan p_value 0,000 < 0.05 dengan perilaku aman. Tidak ada hubungan antara rambu-rambu K3 p_value 0,704 ˃ 0,05 dengan perilaku aman. Saran: Berdasarkan temuan penelitian, disarankan agar pihak perusahaan secara rutin melakukan pemeliharaan dan pengawasan terhadap rambu-rambu K3, serta menambah rambu peringatan pada area kerja yang berisiko tinggi. Selain itu, pekerja diharapkan senantiasa mematuhi Standar Operasional Prosedur (SOP) yang telah ditetapkan guna mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman. Kata kunci: Perilaku Aman, Komunikasi K3, Pengawasan, Rambu-rambu K3