Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

PENGEMBANGAN TEPUNG PALADO (Aglaia sp.) SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF DARI HUTAN Syamsul Rahman; Awaluddin Rauf; A. Susilawaty Hardiani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.3.115-120

Abstract

Biji palado (Aglaia sp.) berasal dari tanaman hutan; yang selama ini dijadikan sebagai makanan selingan dengan cara direbus atau disangrai oleh masyarakat. Upaya pengolahan biji palado menjadi tepung diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi makro tepung palado menggunakan analisis proksimat. Parameter yang dianalisis yaitu kadar air ditentukan dengan metode oven, kadar abu ditentukan dengan metode pengabuan di dalam tanur, penetapan kadar lemak dengan metode Soxlet, penetapan protein dengan metode Mikro Kjeldahl, kadar karbohidrat ditentukan dengan metode perbedaan berat (by difference), dan kadar energi dihitung sebagai total berat dari protein kasar, karbohidrat dan lemak total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung palado memiliki kandungan gizi makro yaitu karbohidrat 66,72%, protein 8,91%, lemak 12,37%, kadar abu 3,61%, dan kadar energi 414 kkal. Tepung palado dapat dijadikan sebagai tepung pangan alternatif, baik sebagai bahan utama maupun substitusi tepung lain dalam pembuatan olahan pangan seperti roti dan mi.
PENGEMBANGAN TEPUNG PALADO (Aglaia sp.) SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF DARI HUTAN Syamsul Rahman; Awaluddin Rauf; A. Susilawaty Hardiani
Jurnal Penelitian Hasil Hutan Vol 39, No 3 (2021): Jurnal Penelitian Hasil Hutan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Hasil Hutan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20886/jphh.2021.39.3.115-120

Abstract

Biji palado (Aglaia sp.) berasal dari tanaman hutan; yang selama ini dijadikan sebagai makanan selingan dengan cara direbus atau disangrai oleh masyarakat. Upaya pengolahan biji palado menjadi tepung diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah dan memperpanjang masa simpan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pangan alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan gizi makro tepung palado menggunakan analisis proksimat. Parameter yang dianalisis yaitu kadar air ditentukan dengan metode oven, kadar abu ditentukan dengan metode pengabuan di dalam tanur, penetapan kadar lemak dengan metode Soxlet, penetapan protein dengan metode Mikro Kjeldahl, kadar karbohidrat ditentukan dengan metode perbedaan berat (by difference), dan kadar energi dihitung sebagai total berat dari protein kasar, karbohidrat dan lemak total. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tepung palado memiliki kandungan gizi makro yaitu karbohidrat 66,72%, protein 8,91%, lemak 12,37%, kadar abu 3,61%, dan kadar energi 414 kkal. Tepung palado dapat dijadikan sebagai tepung pangan alternatif, baik sebagai bahan utama maupun substitusi tepung lain dalam pembuatan olahan pangan seperti roti dan mi.
Analisis Nilai Tambah Agroindustri Chips Jagung Syamsul Rahman
Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan Vol 4, No 3 (2015): Agustus 2015
Publisher : Indonesian Food Technologists

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.108 KB) | DOI: 10.17728/jatp.v4i3.136

Abstract

Jagung dapat diolah menjadi berbagai produk baik untuk makanan pokok atau makanan selingan atau kudapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis nilai tambah dari agroindustri chips jagung sebagai salah satu produk hasil pertanian berbasis pedesaan. Penelitian ini dilaksanakan di Kelompok Wanita Tani Angggrek di Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng. Penentuan obyek penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) mengingat Kelompok ini mempunyai kegiatan di bidang pengolahan hasil pertanian (agroindustri), terutama pengolahan jagung pipilan menjadi chips jagung. Metode analisis yang digunakan adalah untuk mengukur tingkat keuntungan yang dihasilkan dari agroindustri chips jagung, dihitung dengan menggunakan rumus pendapatan. Sedangkan untuk mengetahui nilai tambah yang dihasilkan dari agroindustri chips jagung digunakan rumus analisis nilai tambah. Selanjutnya, untuk mengetahui proses pengolahan (agroindustri) chips jagung dan kendala yang dihadapi kelompok usaha ini digunakan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa agroindustri chips jagung memberikan keuntungan sebesar Rp 3.657.215. Sedangkan nilai tambah yang tercipta dari agroindustri chips jagung sebesar Rp 7.698, dengan imbalan tenaga kerja sebesar Rp 3.405 dan keuntungan sebesar Rp 4.294 dalam tiga kali proses produksi. Hal ini mengindikasikan bahwa agroindustri chips jagung dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani yang berskala rumah tangga (home industry).
The Physicochemical Characteristics of Palado Seed Flour (Aglaia sp.) and Its Potential Use as a New Alternative Flour in Indonesia Syamsul Rahman; Salengke Salengke; Abu Bakar Tawali; Meta Mahendradatta
agriTECH Vol 42, No 3 (2022)
Publisher : Faculty of Agricultural Technology, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.779 KB) | DOI: 10.22146/agritech.63255

Abstract

Flour is one of the main energy sources for humans and an important ingredient in food processing, for use as fillers, thickeners, gel, film forming and adhesives. Therefore, this study aimed to analyze the physicochemical characteristics of palado seed flour (Aglaia sp.) including proximate analysis and chemical properties comprising energy, carbohydrates, water, and protein, content, as well as dietary fiber, starch, amylose and amylopectin. Furthermore, the physical properties including yield, particle size, degree of whiteness, paste clarity, gel strength, swellability and water absorption, as well as the potential use of palado flour (Aglaia sp) in food processing were analyzed. The study was conducted with a method comprising two stages, namely pre-treatment including processing palado fruit into seeds, drying, and extracting flour, as well as proximate analysis of the physicochemical characteristics. The results showed energy content of 396.14 kcal/100 g, carbohydrates 69.78%, water content 7.53%, protein 9.59%, fat 8.74%, dietary fiber 4.02. %, ash 4.36%, starch 41.31%, amylose 5.68% and amylopectin content 35.63%. Meanwhile, the physical characteristics include the yield of 84.21% with a particle size of 60 mesh, degree of whiteness 29.27%, paste clarity 29.7%, gel strength 109.96 gf, swelling power 0.4%, and water absorption 133.72 %. Based on the results, palado flour has high potential to be developed as the main or alternative ingredient in bread and noodle processing, such as durian and jackfruit seed flour.
Persepsi Petani Terhadap Efektivitas Saluran Pemasaran Gabah Nur Aeni Adriani; Syamsul Rahman; Awaluddin Yunus
Journal of Innovative and Creativity (Joecy) Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i2.12073

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap efektivitas saluran pemasaran gabah serta mengidentifikasi kendala yang dihadapi petani dalam memanfaatkan saluran pemasaran gabah di Kelurahan Lautang Benteng, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan dukungan data kualitatif. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling terhadap 97 petani padi yang dipilih berdasarkan kriteria sebagai petani aktif dan pernah memasarkan gabah. Data dikumpulkan melalui kuesioner, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan skala Likert untuk mengukur persepsi petani serta analisis deskriptif melalui tabulasi frekuensi dan persentase untuk mengidentifikasi kendala pemasaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi petani terhadap efektivitas saluran pemasaran gabah berada pada kategori baik, dengan nilai rata-rata sebesar 3,96, yang mengindikasikan bahwa petani menilai saluran pemasaran yang digunakan telah memberikan kemudahan akses, informasi harga, dan proses transaksi yang relatif memadai. Namun demikian, masih terdapat beberapa aspek yang perlu ditingkatkan, terutama terkait posisi tawar petani dan keuntungan yang diperoleh. Kendala utama yang dihadapi petani dalam pemanfaatan saluran pemasaran gabah adalah biaya angkut yang tinggi (27,84%), diikuti oleh harga gabah yang rendah (24,75%), keterbatasan informasi pasar (22,68%), ketergantungan pada tengkulak (18,55%), dan pembayaran tidak tunai (6,18%). Oleh karena itu, diperlukan upaya dari pemerintah dan lembaga pemasaran untuk meningkatkan akses informasi pasar, memperkuat kelembagaan petani, serta memperbaiki sistem distribusi guna meningkatkan efektivitas pemasaran gabah dan kesejahteraan petani.
Identifikasi Faktor Keputusan Pembelian Sayuran Hidroponik oleh Generasi Z di Kota Makassar: Identification of Factors Influencing Hydroponic Vegetable Purchase Decisions Among Generation Z in Makassar City muhammad fajar; Syamsul Rahman; Sulfiana Sulfiana
Agribusiness and Socioeconomic Journal Vol. 5 No. 1 (2026): JUNI
Publisher : Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan pembelian produk sayuran berbasis hidroponik oleh Generasi Z di Kota Makassar dengan studi kasus mahasiswa Universitas Islam Makassar. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei melalui penyebaran kuesioner kepada 110 responden mahasiswa Generasi Z yang pernah membeli atau mengonsumsi sayuran hidroponik. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif, uji validitas, uji reliabilitas, dan analisis regresi linear berganda dengan bantuan SPSS 31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen penelitian valid dan sangat reliabel dengan nilai Cronbach’s Alpha sebesar 0,923. Secara simultan, variabel kualitas produk, harga produk, promosi produk, pengetahuan akan produk, serta pendapatan dan pengaruh sosial berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian dengan nilai F hitung sebesar 59,804 dan signifikansi <0,001. Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,742 menunjukkan bahwa 74,2% variasi keputusan pembelian dapat dijelaskan oleh model penelitian. Secara parsial, kualitas produk dan pengetahuan akan produk berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Pengetahuan akan produk menjadi faktor paling dominan dengan nilai beta sebesar 0,450. Sementara itu, variabel harga produk, promosi produk, serta pendapatan dan pengaruh sosial tidak berpengaruh signifikan secara parsial. Temuan ini menunjukkan bahwa Generasi Z lebih mempertimbangkan kualitas dan pemahaman terhadap manfaat produk hidroponik dibandingkan faktor harga maupun promosi dalam menentukan keputusan pembelian.
Faktor Internal dan Eksternal Usaha Minyak Kelapa Mandar Milik Ibu Yanti di Desa Simbang Kecamatan Pamboang Kabupaten Majene Busman Busman; Syamsul Rahman; Syamsinar Syamsinar,; Helda Ibrahim
Jurnal Sosial Teknologi Vol. 6 No. 3 (2026): Jurnal Sosial dan Teknologi
Publisher : CV. Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/jurnalsostech.v6i3.32730

Abstract

Background: Indonesia is an agricultural country with superior plantation commodities, one of which is coconut (Cocos nucifera). Majene Regency as one of the coconut centers in West Sulawesi has great potential in the development of derivative products, including Mandar coconut oil. Objective: to analyze the internal and external factors that affect Mandar coconut oil business owned by Mrs. Yanti.Formulate the right business development strategy based on the results of the analysis. Method: this study uses a descriptive qualitative approach with a case study method on coconut oil business owned by Mrs. Yanti in Simbang Village. Data were obtained through observation, in-depth interviews, and documentation. Data analysis was conducted using SWOT analysis through the preparation of IFAS Matrix (Internal Factor Analysis Summary), EFAS (External Factor Analysis Summary), SWOT Matrix, and Cartesian Diagram to determine the position of business development strategy. Results: the results showed that internally Mandar coconut oil business has strength in the quality of natural products, distinctive aroma, and business experience that has been going on for a long time. However, there are weaknesses in the aspects of capital, production technology, packaging, and marketing are still limited.From the external side, there are opportunities in the form of local market potential, government support for MSMEs, and increased interest in traditional and natural products. On the other hand, the threat comes from the competition of oil mills, fluctuations in prices for raw materials, as well as changes in consumer preferences. Conclusion: based on the SWOT analysis, the recommended business development strategy is to utilize the strengths to face threats (s–T strategy), as well as take advantage of opportunities through improved management quality, packaging innovation, marketing expansion, and more efficient utilization of production technology.
Strategi Pengembangan Agro Eduwisata Agribisnis Dalam Upaya Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Maros (Studi Kasus Di Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros) Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
AGROVITAL : Jurnal Ilmu Pertanian Vol 10, No 2 (2025): AGROVITAL VOLUME 10, NOMOR 2, NOVEMBER 2025
Publisher : LPPM Universitas Al Asyariah Mandar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35329/agrovital.v10i2.6398

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi dalam pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros, dengan fokus studi kasus di Kebun Raya Pucak. Agro eduwisata merupakan konsep integratif antara kegiatan pertanian, pendidikan, dan pariwisata yang diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan menciptakan peluang kerja berbasis potensi daerah.Penelitian ini menggunakan 2 (dua) metode yaitu pada rumusan masalah pertama menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara mendalam serta dokumentasi dan studi literatur. Kemudian, untuk rumusan masalah kedua menggunakan Analisis SWOT.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi agro eduwisata yang sangat besar karena didukung oleh kekayaan hayati, kondisi geografis yang mendukung serta minat masyarakat dan pengunjung terhadap wisata edukatif dan agribisnis.Hasil analisis SWOT menunjukkan bahwa strategi Strength-Opportunity (SO) merupakan pendekatan yang paling efektif untuk pengembangan model agro eduwisata.  Strategi ini memungkinkan pemanfaatan kekuatan internal seperti keanekaragaman koleksi tanaman endemik, ketersediaan lahan, dan dukungan manajemen dengan memaksimalkan peluang eksternal seperti tren wisata edukatif, dukungan kebijakan dan potensi Kerjasama multi pihak.Model pengembangan agro eduwisata yang dirancang dapat berkontribusi pada pemberdayaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas, penyediaan lapangan kerja dan keterlibatan dalam kegiatan wisata berbasis agribisnis seperti pelatihan, pendampingan usaha tani dan kegiatan edukatif untuk pengunjung.Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa dengan penerapan model ini secara berkelanjutan akan mendorong sinergi antara konservasi, edukasi dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar Kebun Raya Pucak Kabupaten Maros.