Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Kepatuhan Dalam Terapi Hemodialisa Dengan Kejadian Pruritus Pada Pasien Gagal Ginjal Kronik Di Rs Slamet Riyadi Surakarta Fannisa Luthfiani; Hermawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gagal Ginjal Kronik (GGK) menjadi masalah kesehatan utama pada seluruh dunia. Sekitar 1 dari 10 populasi dunia teridentifikasi mengalami GGK . Angka kejadian GGK di Indonesia sebesar 713.783 jiwa yang menderita GGK di Indonesia. Terapi yang tepat bagi penderita GGK salah satunya hemodialisa namun hemodialisa tidak memulihkan penyakit ginjal sepenuhnya dan pasien akan mengalami berbagai macam komplikasi salah satunya pruritus. Klien dengan terapi hemodialisa harus patuh terhadap program pengobatan. kepatuhan pengobatan yang buruk menjadi masalah umum pada pasien hemodialisa , yang menyebabkan komplikasi akut dan kronis serta peningkatan mortalitas dan morbiditas. Tujuan: Mengetahui hubungan antara kepatuhan dalam terapi hemodialisa dengan kejadian pruritus pada pasien gagal ginjal kronik. Metode: Jenis penelitian ini analitik korelasional dengan rancangan penelitian cross sectional dan menggunakan uji rank spearmen. Jumlah sampel 38 dengan instrumen penelitian The End-stage Renal Disease Adherence Questionnair dan 5-D Pruritus Scale. Hasil: Mayoritas responden patuh dalam program terapi hemodialisa dan rata rata pasien mengalami pruritus ringan dengan rentang skala 6-14. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara kepatuhan dalam terapi hemodialisa dengan kejadian pruritus pada pasien hemodialisa di RS Slamet Riyadi Surakarta.
Penerapan Pemberian Posisi Head Up 30 Derajat Untuk Meningkatkan Saturasi Oksigen Pada Pasien Stroke Di IGD Dr. Moewardi Provinsi Jawa Tengah Nur Sahid; Hermawati; Isti Wulandari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 5 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i5.2218

Abstract

Saturasi oksigen yang terlalu rendah, bisa menyebabkan selsel otak mati dan menimbulkan komplikasi yang membahayakan nyawa, misalnyakejang, koma, dan kematian otak. Kadar oksigen yang rendah akan mengganggufungsi organ dan membahayakan kesehatan.Tujuan: Mendeskripsikan perkembangan nilai saturasi oksigen sebelum dan sesudah pemberian posisi head up 30 derajat. Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada 2 pasien stroke di IGD RSUD Dr. Moewardi. Intervensi dilakukan dengan pemberian posisi head up 30 derajat selama 30 menit, kemudian dilakukan pengukuran saturasi oksigen sebelum dan sesudah tindakan. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan saturasi oksigen pada kedua pasien setelah diberikan posisi head up 30 derajat. Pada pasien pertama terjadi peningkatan dari 94% menjadi 98%, sedangkan pada pasien kedua meningkat dari 93% menjadi 97%. Kesimpulan: Pemberian posisi head up 30 derajat dalam meningkatkan saturasi oksigen pada pasien stroke.
Gambaran Tingkat Pengetahuan Dan Sikap Warga Tentang Kesiapsiapsiagaan Menghadapi Bencana Kebakaran Di Desa Samaan Jebres Surakarta Kurnia Ayu Rahmawati; Hermawati
JHN: Journal of Health and Nursing Vol. 3 No. 1 (2025): JHN: Journal of Health and Nursing, May 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jhn.v3i1.586

Abstract

U.S. Fire Administration menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan dengan total 24 kejadian. Menurut BNPB tahun 2022 Provinsi Jawa Tengah tercatat 42 kejadian terdapat korban jiwa yang meninggal dan mengungsi. Berdasarkan DAMKAR Kota Surakarta menjadi daerah yang mengalami bencana kebakaran salah satunya Kecamatan Jebres Desa Samaan penyebab utama konsleting listrik. Dampak bencana kebakaran mengakibatkan kerusakan ekosistem, kesehatan sosial dan Pendidikan. Kurang rutin penyuluhan warga menjadi berulangnya kejadian bencana kebakaran Tujuan peelitian untuk mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran. Metode penelitian ini menggunakan metode diskriptif kuantitatif dengan jumlah sample 59 responden dan menggunakan rumus Stratified Random Sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan warga dalam kategori baik sebanyak 43 responden (72,9%), kategori cukup sebanyak 14 responden (23,7%), kategori kurang 2 responden (3,4%). Sikap warga dalam kategori baik sebanyak 45 responden (76,3%) dan kategori cukup sebanyak 14 responden (23,7%). Kesimpulannya tingkat pengetahuan dan sikap tentang kesiapsiagaan menghadapi bencana kebakaran mayoritas kategori baik.