Leli Febrianti
STIKES Hafshawaty Pesantren Zainul Hasan Genggong Probolinggo

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Hubungan Kesepian Dengan Harga Diri Lansia Di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo Leli Febrianti; Rizka Yunita; Nafolion Nur Rahmat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 2 No. 9 (2023)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesepian terjadi akibat hubungan interpersonal saat ini tidak sesuai dengan harapan sehingga menjadi pengalaman subjektif yang tidak menyenangkan. Kesepian pada lansia terkait dengan pikiran-pikiran negatif individu seperti merasa terasing, terkucil, merasa tidak mempunyai harapan, merasa harga diri rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kesepian dengan harga diri lansia di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Metode penelitian ini menggunakan analitik korelasional dengan pendekatan cross sectional. Populasi sebanyak 100 lansia dan didapatkan 80 responden dengan tekhnik purposive sampling. Data kuesioner harga diri menggunakan Rosenberg self-esteem scale dan kesepian menggunakan Ucla loneliness scale version 3. Data dianalisa dengan uji bivariat menggunakan uji spearmank rank`s. Hasil penelitian didapatkan kesepian berat sebanyak 41 lansia (51,2%), kesepian rendah sebanyak 25 lansia (31,2%), dan kesepian kategori sedang sebanyak 14 lansia (17,5%). Lansia dengan harga diri rendah sebanyak 46 lansia (57,5%), harga diri tinggi sebanyak 23 lansia (28,8%), dan harga diri sedang yaitu sejumlah 11 lansia (13,8%). Didapatkan pula hasil hubungan kesepian dengan harga diri lansia adalah ρ value = 0.000 dengan tingkat signifikan nilai ρ value < 0,05 sehingga dapat dinyatakan bahwa H1 diterima yang artinya ada hubungan antara kesepian dengan harga diri lansia di Desa Sumbersecang Kecamatan Gading Kabupaten Probolinggo. Diharapkan bagi lansia untuk tidak mudah merasa tersisihkan dari lingkungan sekitar, menanamkan dalam diri bahwa apapun yang dilalui lansia adalah sesuatu yang wajar dan sesuatu yang pasti akan dialami oleh semua orang saat lansia nanti. Diharapkan bagi lansia untuk lebih sering membuka diri dan bersosialisasi dengan masyarakat sekitar atau dengan lansia lain nya