Pemanfaatan sumberdaya danau secara multiguna telah memberi manfaat besar, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di sekitar danau. Pola ekstrasi yang digunakan dalam tiap jenis pemanfaatan sumberdaya pun beragam. Sayangnya, tidak semua metode tersebut justru memperparah degradasi lingkungan perairan danau. Dampak terparah akibat menurunnya kualitas lingkungan danau terjadi di subsektor perikanan, berupa penurunan produksi tangkapan. Kajian ini bertujuan mengungkap pengelolaan danau untuk pengembangan perikanan di Danau Tempe. Kajian ini menganalisis nilai manfaat langsung sumberdaya Danau Tempe, kelayakan usaha di danau serta mengurai distribusi manfaat dari masyarakat pemanfaatan sumberdaya tersebut. Hasil kajian menunjukkan bahwa nilai ekonomi sumberdaya danau terlihat distribusi manfaat dari subsektor perikanan tidak merata. Penyebabnya adalah dominasi pemanfaatan ruang oleh salah satu metoda penangkapan ikan (bungka toddo). Oleh karena itu regulasi mengenai penangkapan ikan diberlakukan melalui Peraturan Daerah No. 5/2000 oleh Pemerintah Kabupaten Wajo. Kemudian direkomendasikan agar pondasi bungka toddo terbuat dari bahan beton dengan jumlah yang telah ditentukan sesuai aturan yang berlaku.ABSTRACTLake resources have many usages which bring great benefits, especially for the community who live around it. The methods people make use of the resources are varied. However, not all of those methods concern with the sustainability of the resources. Some has contributed direct impact to worsen the lake water environmental degradation. The worst impact of the degradation is the decrease in fishery catch. The objective of this study was to show the lake management for fisheries development in Lake Tempe. This study analyzed direct use value technique, benefit value distribution from the user community of the resource. The study shows that benefit value distribution in fisheries sub sector is not well distributed. lt is caused by the spatial use is dominated by bungka toddo. Therefore, regulation toward fishing technique should be applied through the Local Regulation No.5/2000 by Government of Wajo Regency. Thus, it is proposed that bungka toddo base is made from solid materials and the total number of bungka toddo is restricted based on the regulation.Kata Kunci : Perikanan, Nilai Manfaat Langsung, Distribusi Manfaat Keywords : Fisheries, Direct Use Value, Benefit Distribution