Rizky Kukuh Meidyrianto
Akademi Kuliner Monas Pasifik Surabaya

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis SWOT Scako Coffee di Balikpapan Rizky Kukuh Meidyrianto; Mya Anggraini Djoenaid
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 5 No. 12 (2025): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v5i12.2814

Abstract

Seiring berjalannya waktu kota Balikpapan semakin berkembang, seperti yang terletak di tengah kota yang dulunya tidak banyak yang mendirikan café dan tempat makan kecil-kecilan. Hadirnya café-café yang ada di lingkungan menyebabkan terjadinya persaingan antar pengusaha F&B (Food&Beverages) yang kemungkinan dapat menjadi ancaman, oleh karena itu diperlukan analisis yang dalam untuk memahami bagaimana analisis SWOT sebagai strategi pemasaran yang berperan efektif pada Scako Coffee dalam menghadapi persaingan yang ada di daerah tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi SWOT pada Scako Coffee. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif trianggulasi yang menggunakan data yang dikumpulkan didapat dari observasi langsung, wawancara dengan kepala chef dan pelanggan di sana. Analisis data dilakukan menggunakan matriks SWOT untuk mengevaluasi kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman serta memberi masukan yang membantu agar lebih semakin berkembang. Hasil analisis menunjukkan bahwa Scako Coffee memiliki kekuatan dari segi pelayanan yang sopan dan ramah, fasilitas yang cukup lengkap dan suasana yang nyaman dan tenang, rasa yang dapat diterima dan tampilan makanan yang menarik, varian menu yang banyak dari makanan dan minumannya, serta konsep yang modern dan memiliki outdoor dan indoor. Akan tetapi, terdapat kelemahan berupa harga yang belum terjangkau bagi sebagian orang jika dibandingkan dengan café lain yang berdiri di situ, tetapi Scako memiliki peluang berupa cara yang tidak biasa dan unik untuk mereka memperkenalkan cafenya agar semakin dikenal luas.
Penggunaan Tepung Alternatif sebagai Substitusi Tepung Terigu dalam Produk Pastry atau Bakery Rizky Kukuh Meidyrianto; Hazna Nurazizah
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 7 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i7.2973

Abstract

Tepung terigu merupakan bahan utama dalam pembuatan cake karena kandungan gluten-nya yang memberikan struktur dan tekstur khas pada produk akhir. Namun, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, intoleransi gluten, serta kebutuhan akan diversifikasi bahan pangan lokal mendorong pencarian alternatif pengganti tepung terigu. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penggunaan tepung alternatif seperti tepung singkong (mocaf), tepung beras, dan tepung jagung sebagai substitusi parsial terhadap tepung terigu dalam pembuatan cake. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan eksperimen dengan beberapa variasi formulasi campuran tepung, kemudian dianalisis dari segi karakteristik fisik (volume dan tekstur), kimia (kadar air dan protein), serta organoleptik (warna, rasa, aroma, dan tekstur) oleh panelis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi tepung alternatif hingga 30% masih dapat menghasilkan cake dengan mutu sensorik yang dapat diterima oleh konsumen. Temuan ini membuka peluang untuk pengembangan produk cake yang lebih sehat, ramah bagi penderita intoleransi gluten, dan berbasis bahan local. Berdasarkan hasil penelitian mengenai penggunaan tepung alternatif sebagai substitusi tepung terigu dalam pembuatan cake, dapat disimpulkan bahwa substitusi hingga 20% (misalnya tepung singkong/mocaf, tepung beras, atau tepung jagung) masih mampu menghasilkan cake dengan karakteristik fisik dan mutu organoleptik yang baik dan dapat diterima panelis, sedangkan substitusi 30% atau lebih menyebabkan penurunan volume, tekstur lebih padat dan kasar, serta munculnya rasa dan aroma khas tepung alternatif yang menurunkan tingkat kesukaan.