Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di wilayah perdesaan perlu disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan pelaksanaan KKN UIN Sumatera Utara Tahun 2026 melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR) di Desa Gajah, Kabupaten Karo. Kegiatan dilaksanakan pada 30 Juli–30 Agustus 2026 dengan melibatkan 30 mahasiswa dan berbagai kelompok sasaran. Sebanyak 20 program dilaksanakan pada bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, lingkungan, sosial, keagamaan, budaya, dan teknologi. PAR diterapkan melalui identifikasi kebutuhan, komunikasi, koordinasi, tindakan, evaluasi, dan refleksi. Kegiatan menghasilkan berbagai luaran, antara lain pojok baca, fasilitas pemilahan sampah, produk daur ulang, pemantauan pertumbuhan balita, dan pendampingan digitalisasi UMKM. Penerapan PAR membantu menyesuaikan program dengan karakteristik dan kebutuhan sasaran. Namun, dampak jangka panjang belum dapat diukur karena keterbatasan waktu dan belum adanya pemantauan lanjutan. Keberlanjutan program melalui keterlibatan masyarakat dan mitra lokal diperlukan agar luaran dapat terus dimanfaatkan. The implementation of Community Service Program (KKN) in rural areas needs to be adapted to the conditions and needs of the community. This article aims to describe the implementation of the 2026 KKN program by UIN Sumatera Utara using the Participatory Action Research (PAR) approach in Gajah Village, Karo Regency. The program was conducted from July 30 to August 30, 2026, involving 30 students and various target groups. A total of 20 programs were implemented in education, health, economic, environmental, social, religious, cultural, and technological fields. PAR was applied through needs identification, communication, coordination, action, evaluation, and reflection. The activities produced various outputs, including a reading corner, waste-sorting facilities, recycled products, child growth monitoring, and digitalization assistance for MSMEs. The application of PAR helped align the programs with the characteristics and needs of the target groups. However, long-term impacts could not yet be measured due to limited implementation time and the absence of follow-up monitoring. Program sustainability through community involvement and local partners is needed to ensure that the outputs can continue to be utilized.