Suprajaka, Suprajaka
Peneliti MAdya Bidang Geografi Terapan, Bakosurtanal

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS PERUBAHAN KAWASAN HUTAN KABUPATEN BLORA DENGAN PENDEKATAN KAJIAN SPATIO-TEMPORAL Yuwono, Doddy M; Suprajaka, Suprajaka
MAJALAH ILMIAH GLOBE Vol 9, No 1 (2007)
Publisher : Badan Informasi Geospasial

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (7002.633 KB) | DOI: 10.24895/MIG.2007.9-1.410

Abstract

Hutan Kabupaten Blora merupakan salah satu kawasan hutan di Pulau Jawa yang mengalami degradasi fungsi hutan, hal ini terlihat adanya alih fungsi dari hutan ke non hutan sebesar 4,49% per tahun. Secara umum,berdasarkan analisis Sistem lnformasi Geografis (SlG )diperoleh informasi perubahan hutan terbesar terjadi di Kecamatan Randublatung, dimana total area hutan yang berubah menjadi tegalan adalah 10.358,95 ha. Kondisi ini apabila terus berlangsung akan memperparah fungsi hutan di Kabupaten Blora. Pengelolaan hutan yang meliputi perencanaan dan pengawasan hutan di Kabupaten Blora menjadi sangat penting untuk dilakukan guna mencegah terjadinya degradasi fungsi hutan yang lebih parah. Analisis citra satelit dan penggunaan Sistem Informasi Geografi diharapkan dapat membantu proses pengelolaan fungsi kawasan hutan di Kabupaten Blora. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan lahan di kawasan hutan dalam kurun waktu selama 3 tahun (2001-2003). Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan analisis spatio-temporal  data Landsat ETM7 2001, 2002, dan 2003. Selain itu dengan model analisis GIS diharapkan dapat memberikan evaluasi dalam pengelolaan kawasan hutan di Kabupaten Blora. Hasil analisis spatio-temporal diperoleh adanya pola perubahan lahan yang semakin luas jika lokasinya semakin dekat dengan kenampakan budaya berupa jalan dan permukiman dalam enclave.Kata kunci: Interpretasi Citra Multitemporal, Analisis Spatio-temporal, dan SIGABSTRACTBlora Regency’s forest area is one of many forest areas in Java Island which has severe forest degradation. Estimation of the forest degradation is 4,49% per year. Based on Geographic Information System analysis, the most forest change happened in Randublatung Sub District, which 10.358,95 ha forest changed into open field crops (tegalan). Implementing on management planning is important to avoid forest degradation. Satellite imagery and Geographic Information System analysis used to help the forest management process in Blora Regency. The aim of this research was to know the forest change in Blora Regency for 3 years. The method in this research in Landsat ETM+ multitemporal (year 2001-2003) interpretation, and spatial-temporal analysis in Geographic Information System (GIS) to analysis forest change detection using overlay and buffering. The result of spatio-temporal analysis showed that more significant land use change pattern exist near cultural features than it located far from the cultural features. Keywords: Multitemporal Image Interpretation, Spatio-Temporal Analysis, dan GIS