Konservasi mangrove memerlukan analisis kewilayahan yang berbasis karakteristik biogeofisik agar diperoleh keserasian antar ekosistem. Pemanfaatan citra penginderaan jauh satelit adalah untuk mengenali karakteristiknya. Teknik ini sesuai untuk diterapkan pada daerah pesisir pulau-pulau kecil yang sulit dijangkau seperti di Kabupaten Kepulauan Talaud. Studi ini bertujuan untuk melakukan analisis wilayah karakteristik biogeofisik pulau kecil dan untuk analisis wilayah konservasi mangrove. Metode analisis visual dengan pendekatan geomorfologis dilakukan menggunakan citra Landsat, serta dilengkapi dengan peta geologi, peta rupabumi, peta pelayaran, dan survei lapangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh wilayah pesisir di daerah studi sesuai untuk tumbuh mangrove. Wilayah mangrove meliputi seluruh wilayah pesisir dengan garis pantai sekitar 395 km dan terutama pada pantai-pantai yang terlindung dari ombak. Area konservasi mangrove bervariasi sesuai dengan kondisi biogeofisik pantai setempat. Hasil penelitian ini juga menyajikan langkah-langkah analisis spasial biogeofisik pantai untuk pengelolaan ekosistem mangrove agar terjaga keberlanjutan sumberdaya alam di wilayah pesisir.Kata Kunci: Mangrove, Wilayah Konservasi, Penginderaan Jauh, Ekosistem, Talaud