Perairan Selat Lombok merupakan salah satu perairan yang memiliki kepadatan yang paling tinggi di lndonesia, selain Selat Malaka dan Selat Makasar. Sekitar 5 sampai 6 kapal tanker raksasa yang bermuatan lebih dari 250.000 ton minyak melalui Selat Lombok dan Makasar setiap hari. Mengingat ramainya lalu lintas berbagai kapal termasuk kapal-kapal tanker di perairan tersebut, maka tidak dapat dihindari terjadinya kecelakaan sebagai akibat tanker tabrakan atau kandas yang pada akhiinya menimbulkan tumpahan minyak. Apabila terjadi tumpahan minyak di suatu perairan akan memberikan dampak negatif terhadap ekosistem laut serta biota-biota lainnya bila tidak ditanggulangi secara efektif. Tujuan dari kegiatan ini-adalah: (1) Mengidentifikasi dan memetakan kondisi sekarang dan yang akan datang di wilayah daratan pantai dan perairan di sekitar wilayah Pantai Timur Pulau Bali dan pantai Barat Pulau Lombok, (2) mendapatkan data untuk menyusun basis data spasial, (3) pemaparan peta lndeks Kepekaan Lingkungan (IKL) dari wilayah studi, (4) Menyusun prioritas perlindungan lingkungan dan langkah-langkah penanggulangan tumpahan minyak dengan teknologi SIG (Sistem lnformasi Geografis).ABSTRACTLombok Strait has the largest traffic density in Indonesia after Malacca Strait and Makassar Strait. On the average, 5 to 6 giant tankers each carrying more than 250,000 tons of oil, sail through Lombok and Malacca straits. Due to immensely high traffic density, including super tankers, there is great possibility of having collusion among tankers or being aground, which eventually will cause oil spiil. Any oil spill in all kinds of water will produce negative impact to the marine ecosystem as well as marine biotas if not properly addressed beforehand. The objectives of this work are (1) identifying and mapping of present one future conditions of waters especially Eastern Coast of Bali island and Western Coast of Lombok island, (2) obtaining data for the preparation of spatial database; (3) presenting the Environmental Sensitivity Index (ESI) of the studied area; (4) proceeding with the degree of priority in protecting the environment as well as steps needed to address oil spill using GIS technology.