Ketersedian data dan informasi terkini terkait kualitas air menjadi sangat penting dalam pengelolaan kawasan konservasi secara komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebaran kualitas perairan Kawasan Konservasi Laut Daerah (KKLD) di wilayah Lombok Tengah yang dinilai dari 11 parameter dengan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Pengumpulan data distribusi spasial kualitas air dilakukan di perairan KKLD Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat pada tanggal 25 â 30 September 2015. Terdapat 29 stasiun pengamatan yang terdistribusi pada zona perairan yang berbeda. Metode yang dilakukan adalah metode survei pada daerah teluk di perairan Lombok Tengah dengan metode pengambilan sampel secara purposive sampling. Analisis distribusi spasial kualitas air dilakukan dengan menggunakan SIG. Hasil penelitian menunjukkan bahwa distribusi spasial kualitas air parameter suhu, pH, dan klorofil di daerah pesisir lebih tinggi (24,5 â 26,3 °C, 7,23 - 7,94, dan 19,09 - 40,43 μg/L) dibandingkan dengan daerah yang berada jauh dari pesisir. Distribusi spasial kualitas air di Teluk Kuta yang memiliki parameter bernilai cukup tinggi adalah Total Suspended Solid (TSS), Total Organic Matter (TOM), Dissolved Oxygen (DO), fosfat, dan amoniak. Pada Teluk Mawun yang bernilai cukup tinggi adalah TSS, TOM, dan nitrat, sedangkan di Teluk Bumbang parameter bernilai cukup tinggi adalah DO, nitrat, dan nitrit.Kata kunci: Distribusi spasial, kualitas perairan, KKLD, Lombok Tengah, SIG