Zubaidah
Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Guru Dalam Pelayanan Bimbingan Konseling Untuk Mengatasi Kesulitan Belajar Siswa Kelas V Di SDN 66 Kota Bengkulu Zubaidah; Tiara Septa Rosefi; Mike Puspita Sari; Friesca Wulandari; Serly Virginia
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 7 No 1 (2026): April
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v4i3.884

Abstract

There are two aspects to counseling: the process aspect and the face-to-face aspect. The process aspect indicates changes in the client, while the face-to-face aspect indicates a face-to-face meeting between the counselor and the client, as well as an interview regarding the client's problems. Students' learning difficulties at school can vary, both in terms of receiving lessons, absorbing lessons, or both. Every student, in principle, has the right to achieve satisfactory learning achievements. The type of research used is descriptive qualitative research with data collection techniques of observation, interviews, and documentation, which aims to obtain more complete and in-depth data, so that the research objectives can be achieved. The results of the study revealed that children's learning difficulties are caused by cognitive delays and parents are usually busy, resulting in insufficient guidance at home. My efforts as a teacher in providing guidance and counseling to overcome learning difficulties in fifth-grade students include providing direct guidance to children who have learning difficulties, where the child is given advice or motivation so that the child with learning difficulties can be encouraged to learn.
Pelaksanaan dan Pengelolaan Pelayanan Bimbingan dan Konseling di SD/MI Serta Perspektif Bimbingan Konseling dalam Pendidikan Sella Mutiara; Miranti; Yusti Asmeri; Oci Mulia Sari; Zubaidah
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v4i3.882

Abstract

Elementary School/Islamic Elementary School (SD/MI) is one of the formal education levels organized in order to prepare students as future members of society who will fill and continue the ideals of the nation's struggle and prepare them to continue their education to a higher level (secondary school). Guidance teachers as the main implementers of Guidance and Counseling activities in SD/MI in this case handled by class teachers must understand clear expectations and performance and understand the characteristics of the students they face, because the existence of Guidance and Counseling is an integral part of all educational activities in an effort to achieve national education goals. Management of guidance and counseling services is part of the follow-up of the implementation of guidance and counseling both at the elementary education level (SD/MI) and secondary education level (SMP/MTs, SMA/SMK/MA). Therefore, the management of service implementation is a barometer to measure the achievement of implementation objectives as well as evaluate the extent to which the guidance and counseling program has been implemented by the guidance teacher and can provide follow-up on the next activity steps. Therefore, the management of guidance and counseling services cannot be separated from the support and cooperation through organizations, personnel, implementers, facilities and infrastructure, and supervision.
Peran Bimbingan dan Konseling Dalam Pendidikan Serta Implementasi Bimbingan dan Konseling Di SDN 32 Kota Bengkulu Indah Cahyani Futri; Rapika Mustika Rini; Yendra Hidayati; Viona Lisma Dianka; Anesa Sahli Putri; Zubaidah
JPT : Jurnal Pendidikan Tematik Vol 6 No 2 (2025): Agustus
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62159/jpt.v4i3.883

Abstract

Pendidikan pada hakekatnya merupakan usaha sadar untuk mengembangkan kepribadian yang berlangsung seumur hidup baik disekolah maupun madrasah. Pendidikan juga bermakna proses membantu individu baik jasmani dan rohani kearah terbentuknya kepribadian utama pribadi yang berkualitas, dalam konteks Islam pendidikan bermakna bimbingan terhadap pertumbuhan rohani dan jasmani menurut ajaran Islam dengan hikmah mengarahkan, mengajarkan, melatih, mengasuh dan mengawasi beralakunya semua ajaran Islam. Dalam kaitan ini, Peran bimbingan dan konseling dalam pendidikan merupakan usaha membantu individu untuk menjadi manusia yang berkembang dalam hal pendidikan dan membentuk kepribadian yang berguna dalam kehidupannya yang memiliki berbagai wawasan, pandangan, interpretasi, pilihan, penyesuaian dan keterampilan yang tepat berkenan dengan diri sendiri dan lingkungannya. Sehingga urgensi Bimbingan dan Konseling sangat penting guna mencapai perekembangan dan keoptimalan dalam proses pendidikan. Bimbingan Konseling perlu diterapkan di MI/SD, karena pada era ini peserta didik memiliki masalah baik dalam akhlak maupun mengembangkan potensi yang dimilikinya. Di SDN 32 Kota Bengkulu sendiri masalah yang dihadapi yaitu kurang tertanamnya sifat disiplin pada peserta didik pada umumnya, seperti ribut ketika guru menjelaskan, lupa mengerjakan tugas, dan bertengkar dengan teman. SDN 32 Kota Bengkulu mengimplementasikan bimbingan konseling dengan cara menyelipkan layanannya ke dalam mata pelajaran ada, hal ini dikarenakan di SDN 32 Kota Bengkulu tidak memiliki mata pelajaran khusus BKI. Layanan yang diimplementasikan di SDN 32 Kota Bengkulu mencakup 4 jenis yaitu: 1) layanan dasar bimbingan; 2) layanan responsif; 3) layanan perencanaan individual; dan 4) layanan dukungan sistem. Dalam hal ini yang berperan menjadi konselor adalah kepala sekolah dan wali kelas.