Desa Bendosari dii Kecamatan Pujon merupakan salah satu desa yang ternak sapinyatidak luput terkena wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) di bulan Mei 2022. Wabah PMKpertama kali terjadi yang dialami peternak. Belum ada pengalaman dalam penanganan PMK.TujuanpenelitianadalahmenghitungtingkatprevalensirecoveryPMKberdasarkanaspekmanajemen penanganan luka yang dilakukan peternak Desa Bendosari. Materi yang digunakanmeliputi data peternak, status PMK, pengobatan PMK yang dilakukan peternak, produksi susu danmanajemen penangan luka PMK. Metode yang digunakan adalah survey. Survey dilakukan denganterjun langsung ke lokasi peternak untuk mengambil data primer melalui kegiatan wawancara danpengamatan secara langsung. Hasil penelitian adalah jumlah sapi 2.020 ekor, sapi dengan PMK205 ekor, sapi yang sembuh dari PMK 1.585 ekor, sapi mati karena PMK 136 ekor dan yang dijual94 ekor. Produksi susu turun dari 5000 l/hari menjadi 2000 l/hari. Manajemen penanganan PMKyang dilakukan peternak meliputi penanganan luka mulut dengan mengoleskan campuran air gulagaram, penangan luka kuku dengan penyemprotan obatPK (Kalium Permanganat) dan pasta kukuyang mengandungcuprisulfatluka digluteus mediusdan siku kaki sapi denganPK (KaliumPermanganat),tumbukankunirmaupunsupertetra.Pemberianpakan30kg/ekor/haridanmenerapakan biosecurity yang tepat. Kesimpulan adalah manajemen penanganan sapi PMK diDesa Bendosari cukup memenuhi standar dasar berdasarkan penanganan luka, manajemen pakandan biosecurity sehingga prevalensi recovery PMK mencapai 78%.Kata Kunci:pmk ; bendosari ; penanganan ; prevalensi; recovery