Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

AKTIVITAS GEL SITRONELAL DAN MINYAK LAVENDER SEBAGAI PENOLAK NYAMUK AEDES AEGYPTI Jenni Susi Sihite
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nyamuk Aedes aegypti merupakan vektor utama penyakit demam berdarah dan zika. Menurut literatur yang ada minyak atsiri dapat digunakan sebagai penolak nyamuk seperti sitronelal merupakan komponen utama dalam minyak sereh dan merupakan salah satu senyawa aktif yang memiliki aktivitas sebagai repelen terhadap nyamuk demikian juga dengan minyak lavender mempunyai aktivitas sebagai repelen terhadap nyamuk Aedes aegypti. Penggunaan secara langsung minyak atsiri pada kulit kurang efektif dan khasiatnya kurang maksimal karena sifat minyak atsiri yang mudah menguap, sehingga perlu diformulasikan dalam bentuk gel. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik gel yaitu viskositas gel dan daya tolak nyamuknya. Gel minyak atsiri dibuat menggunakan sitronelal hasil isolasi dari minyak sereh dan minyak lavender kemudian diformulasikan dengan karagenan sebagai gelling agent dengan variasi minyak yaitu gel minyak sitronelal, gel minyak lavender dan gel campuran minyak lavender dan sitronelal. Viskositas gel terbaik didapatkan dari gel minyak lavender dengan hasil sebesar 11088 cP pada hari ke-9. Gel minyak lavender memiliki daya tolak nyamuk terbesar pada menit ke 60 yakni 96,67% dibandingkan dengan gel sitronelal yakni 93,33% dan gel campuran minyak lavender dan sitronelal yakni 93,33%.
HUBUNGAN KEPATUHAN MENGGUNAKAN KELAMBU BERINSEKTISIDA DENGAN KEJADIAN PENYAKIT MALARIA KELURAHAN PASIR BIDANG TAHUN 2021 Jenni Susi Sihite
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui kepatuhan masyarakat menggunakan kelambu berinsektisida (LLIN’s), melalui pendekatan potong lintang (cross sectional) dengan menggunakan data sekunder hasil Survei Dasar Cakupan Penggunaan Kelambu Berinsektisida di Kelurahan Pasir Bidang pada bulan Febuari 2022. Hasil penelitian didapatkan, kejadian malaria dalam 3 bulan terakhir mencapai 72,4%, persentase kepatuhan menggunakan kelambu sebesar 40% dan responden yang tidak patuh menggunakan kelambu berisiko mengalami malaria sebesar 6,16 kali (95% CI: 2,149 – 17,656) dibandingkan yang patuh menggunakan kelambu setelah dikontrol oleh pendidikan, sikap dan interaksi antara pendidikan dengan penggunaan kelambu. Disarankan agar pengelola program malaria Kementerian Kesehatan mengupayakan promosi kesehatan untuk meningkatan kepatuhan masyarakat menggunakan kelambu, kerjasama lintas sektor dan mendorong pemerintah daerah meningkatkan alokasi anggaran untuk menjamin ketersediaan kelambu. Dinas Kesehatan perlu melakukan penyuluhan sebelum distribusi kelambu dan monitoring serta evaluasi penggunaan kelambu di masyarakat.
ULASAN EFEKTIVITAS EKSTRAK LAVENDER (LAVANDULA ANGUSTIFOLIA) TERHADAP NYAMUK (CULEX SP.) SEBAGAI DIFFUSER ORGANIK Jenni Susi Sihite
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman lavender (Lavandula angustifolia) merupakan salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai insektisida alami, karena efektif pengendalikan serangga atau hama seperti nyamuk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesadaran masyarakat terhadap efektivitas tumbuhan lavender dalam pemberantasan hama nyamuk (Culex sp.) di lingkungan sekitar. Pengambilan data dilakukan dengan metode wawancara terstruktur pada masyarakat berdomisili Sibolga dengan jumlah total responden sebanyak 30 orang. Sebanyak 65% responden berdomisili Sibolga mengetahui dan memakai ekstrak lavender sebagai essensial oil pada diffuser organic. Diketahui bahwa lavender (Lavandula angustifolia) memiliki efektivitas untuk menghilangkan nyamuk dan memberikan dampak relaksasi pada penggunanya. Masih banyak masyarakat Sibolga yang memilih alternatif lain sebagai pengusir nyamuk dibandingkan dengan menggunakan diffuser organic beraroma lavender. Diharapkan melalui tulisan ini, masyarakat yang berdomisili Sibolga bisa beralih untuk menggunakan diffuser organic dengan essential oil dari ekstrak lavender.