Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

EFEKTIVITAS KOMBINASI MINYAK ATSIRI SEREH WANGI (CYMBOPOGON NARDUS) DAN KULIT JERUK NIPIS (CITRUS AURANTIFOLIA) PADA PEMBUATAN LILIN AROMATIK PENGUSIR NYAMUK AEDES DAN CULEX (CULICIDAE) Lely Desi Uli Basana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sereh wangi (Cymbopogon nardus) dan kulit jeruk nipis (Citrus aurantifolia) merupakan tanaman yang dapat menghasilkan minyak atsiri. Dimana kandungan minyak atsiri dari kedua tamanan ini dapat digunakan sebagai insektisida atau pengusir nyamuk alami. Minyak atsiri sereh wangi dan kuit jeruk nipis dapat diambil dengan cara metode destilasi uap-air. Penelitian ini, memberikan inovasi baru dalam pembuatan lilin aromatik sebagai pengusir nyamuk, dengan menambahkan minyak atsiri sereh wangi dan kulit jeruk nipis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan minyak atsiri sereh wangi dan kulit jeruk nipis dalam pembuatan lilin aromatik yang digunakan sebagai pengusir nyamuk. Jenis penelitian ini adalah eksperimen murni, dengan menggunakan sampel 25 ekor nyamuk pada masing-masing perlakuan yaitu 0%, 5%, 10%, 20% dan 25%. Uji hasil yang digunakan yaitu, uji One Way Anova selanjutnya dijalnjutkan dengan menggunakan uji LSD. Hasil penelitian menunjukan kombinasi terbaik dari minyak atsiri sereh wangi dan kulit jeruk nipis adalah 25% dengan pengusiran nyamuk sebesar 25,3%. Semakin Tinggi konsentrasi minyak atsiri pada lilin aromatik, maka semakin tinggi tingkat pengusiran nyamuk.
ULASAN EFEKTIVITAS EKSTRAK LAVENDER (Lavandula Angustifolia) SEBAGAI DIFFUSER ORGANIK PADA MASYARAKAT SIBOLGA Lely Desi Uli Basana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Telah dilakukan pengujian toksisitas ekstrak etanol daun lavender (Lavandula angustifolia) terhadap mortalitas nyamuk Anopheles. Tujuaan penelitian untuk mengetahui konsentrasi ekstrak etanol daun lavender (Lavandula angustifolia) yang efektif terhadap mortalitas nyamuk Anopheles dan LC50 selama 24 jam. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 4 perlakuan ekstrak yaitu: 0,1%; 0,2%; 0,3%; 0,4% dan 1 kelompok kontrol negative dengan 3 kali ulangan. Hasil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis varian satu arah. dan dilanjutkan dengan uji BNT pada taraf 0,05%. Analisis data menggunakan program SPSS 15.0 for windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol lavender (Lavandula angustifolia) memiliki toksisitas terhadap nyamuk Anophelessp yang ditandai dengan meningkatnya jumlah mortalitas larva. Berdasarkan hasil uji konsentrasi ekstrak etanol daun lavender konsentrasi 0,5% mampu membunuh 93,3% nyamuk, dan konsentrasi yang efektif yang digunakan untuk membunuh 50% nyamuk uji sebesar 0,259%. Oleh karena itu ekstrak etanol lavender (Lavandula angustifolia) potensial dikembangkan sebagai antinyamuk
EFEKTIVITAS PEMBERIAN JUS BUAH PARE (Momordica Charantia) DALAM MEMBASMI JENTIK NYAMUK AEDES AEGYPTI DI KELURAHAN PASIR BIDANG KECAMATAN SARUDIK TAHUN 2021 Lely Desi Uli Basana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Larvasida secara kimia merupakan pilihan terbaik yang digunakan dalam situasi dimana penyakit dan survailens dengan kemungkinan KLB (kejadian luar biasa) yang tinggi. Seiring dengan berjalannya waktu dan bertambahnya ilmu pengetahuan penggunaan pestisida nabati menjadi salah satu alternatif. Pestisida nabati biasanya di peroleh dari bahan dasar tumbuhan, salah satu tumbuhan yang bisa digunakan yaitu Pare. Tanaman Pare (Momordica Charantia) merupakan tanaman yang berpotensi sebagai insektisida. Pare mengandung beberapa senyawa aktif yaitu glikosida, triterpenoid, metaboli, flavonoid, karantin, resin, steroid, saponin, dan alkaloid yang terdapat dalam buahnya yang berfungsi sebagai anti mikroba dan insektisida.
PEMANFAATAN TANAMAN SERAI SEBAGAI LOTION TERHADAP PENCEGAHAN MALARIA DI KELURAHAN HAJORAN TAHUN 2020 Lely Desi Uli Basana
Journal of Innovation Research and Knowledge Vol. 1 No. 11: April 2022
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Repellent adalah bahan yang memiliki kemampuan untuk melindungi manusia dari gigitan nyamuk bila dioleskan ke permukaan kulit. Salah satu bahan alam yang berpotensi sebagai repelan adalah tanaman serai (Cymbopogon nardus L.) dengan kandungan senyawa utama sitronellol dan geraniol. Serai diformulasikan kedalam sediaan lotion. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat lotion dari tanaman serai serta menguji karakteristik, stabilitas, dan daya proteksi terhadap gigitan nyamuk. Formula lotion yang telah terbentuk kemudian diuji dengan mengukur uji daya terima 10 panelis denganparameter warna, tekstur, aroma, dan rasa lengket dikulit. Uji efektivitas melalui uji daya proteksi dengan menggunakan nyamuk hidup secara langsung. Hasil dari penelitian ini menunjukkan sediaan lotion sereh memiliki karakter sensori dengan warna, aroma, tekstur, dan konsistensi yang baik. formula lotion yang dihasilkan memiliki tingkat penerimaan diatas 60% pada uji organoleptik. Formula sediaan lotion memiliki daya proteksi terhadap gigitan nyamuk tertinggi sebesar 85,33% dan formula tersebut juga tidak memberikan efek iritasi.