Retno Dumilah
Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

HUBUNGAN KEBIASAAN SARAPAN DAN ESTIMASI ASUPAN VITAMIN D DENGAN TINGKAT NYERI DISMENORE PRIMER PADA REMAJA PUTRI DI SMAN 5 MALANG Yasina Lailatul Maqfiro; Retno Dumilah
JUBIDA- Jurnal Kebidanan Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jubida.v5i1.2034

Abstract

Dismenore primer merupakan nyeri menstruasi tanpa kelainan organik yang sering dialami remaja putri dan dapat mengganggu aktivitas belajar serta kualitas hidup. Faktor gizi, termasuk kebiasaan sarapan dan asupan vitamin D, diduga berperan dalam memengaruhi keparahan nyeri melalui mekanisme metabolik dan inflamasi. Tujuan: Menganalisis hubungan kebiasaan sarapan dan estimasi asupan vitamin D dengan tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri di SMAN 5 Malang. Metode: Penelitian analitik kuantitatif dengan desain cross-sectional ini menghitung besar sampel menggunakan rumus Slovin (margin of error 10%) dan diperoleh jumlah minimal 88 responden. Sebanyak 99 siswi yang memenuhi kriteria inklusi dan bersedia berpartisipasi sehingga seluruhnya diikutsertakan dalam penelitian, sampel dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Kebiasaan sarapan diukur menggunakan Breakfast Habit Questionnaire dan dikategorikan menjadi baik dan tidak baik. Estimasi asupan vitamin D diukur menggunakan Semi-Quantitative Food Frequency Questionnaire (SQ-FFQ) dan dikategorikan menjadi cukup dan kurang berdasarkan Angka Kecukupan Gizi (600 IU/hari). Tingkat nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) dan dikategorikan menjadi ringan (1-3) serta sedang-berat (4-10). Analisis dilakukan menggunakan uji Chi-Square dan perhitungan Odds Ratio (OR). Hasil: Terdapat hubungan antara kebiasaan sarapan dan tingkat nyeri dismenore (χ² = 4,241; df = 1; p = 0,039; OR = 2,42 (95% CI: 1,03-5,65)). Responden dengan kebiasaan sarapan tidak baik memiliki peluang 2,42 kali lebih besar mengalami nyeri sedang-berat dibandingkan yang memiliki kebiasaan baik. Hubungan juga ditemukan antara estimasi asupan vitamin D dan tingkat nyeri dismenore (χ² = 4,833; df = 1; p = 0,028; OR = 2,49 (95% CI: 1,10-5,65)). Responden dengan asupan vitamin D kurang memiliki peluang 2,49 kali lebih besar mengalami nyeri sedang-berat dibandingkan yang asupannya cukup. Kesimpulan: Terdapat hubungan signifikan antara kebiasaan sarapan dan kecukupan asupan vitamin D dengan tingkat nyeri dismenore primer pada remaja putri.
The Relationship Between Previous Childbirth Experience and Self-Efficacy Among Third-Trimester Multigravida Pregnant Women in Preparing for Childbirth at Santi Rahayu Independent Midwifery Practice, Malang Regency Nabella Sintia Deby; Asworoningrum Yulindahwati; Didien Ika Setyarini; Ita Yuliani; Retno Dumilah
Hippocratica : Journal of Modern Medicine and Healthcare Practice Vol. 1 No. 2 (2026): : June: Hippocratica: Journal of Modern Medicine and Healthcare Practice
Publisher : CV SCRIPTA INTELEKTUAL MANDIRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Childbirth is a complex physiological and psychological experience in which previous birth experiences may influence women's confidence in preparing for subsequent deliveries. This study aimed to examine the relationship between previous childbirth experience and childbirth self-efficacy among third-trimester multigravida pregnant women at Santi Rahayu Independent Midwifery Practice, Malang Regency. This empirical study employed a quantitative correlational design with a cross-sectional approach. The study involved 31 third-trimester multigravida pregnant women with gestational ages of 28–40 weeks who were recruited using total population sampling during March–April 2022. Data were collected using the Childbirth Experience Questionnaire version 2 (CEQ-2) and the Childbirth Self-Efficacy Inventory (CBSEI), and were analyzed using Spearman's Rank correlation test. The findings showed that 71.0% of respondents reported negative childbirth experiences and 51.6% demonstrated low childbirth self-efficacy. Statistical analysis revealed a significant positive relationship between previous childbirth experience and childbirth self-efficacy (p < 0.001) with a strong correlation coefficient (ρ = 0.600). The findings indicate that women with more positive previous childbirth experiences tend to have higher confidence in preparing for childbirth. Assessing previous childbirth experiences during antenatal care may support individualized psychological interventions to strengthen maternal confidence before labor.