Juhartini Juhartini
Poltekkes Kemenkes Ternate, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN BISKUIT DAN BAHAN MAKANAN CAMPURAN KELOR TERHADAP BERAT BADAN DAN TINGGI BADAN PADA BALITA GIZI KURANG DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KALUMPANG KOTA TERNATE TAHUN 2015 Juhartini Juhartini
Jurnal Kesehatan Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/a9f99w49

Abstract

Latar belakang : Gizi kurang sering dialami oleh balita,salah satu penyebab masalah gizi pada anak adalah akibat defisiensi energi, dalam hal ini karena asupan (intake) kalori yang kurang, akibatnya cadangan glukosa dalam otot dan hati berupa glikogen dipecah. Gizi kurang ditunjukkan dengan berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) yang mempunyai hubungan linier yang dinyatakan dengan nilai z-score BB menurut TB (BB/TB) -3SD sampai dengan <-2SD. Tujuan :Menganalisis pengaruh pemberian makanan tambahan biskuit dan bahan makanan campuran kelor terhadap BB dan TB pada balita gizi kurang usia 12-59 bulan di Wilayah kerja Puskesmas Kalumpang Kota Ternate.Metode : Penelitian ini menggunakan desain Randomized Control Triall Desain, pada kelompok balita dengan pemberian PMT biskuit sebagai kelompok kontrol dan pemberian PMT bahan makanan campuran (BMC) kelor sebagai kelompok perlakuan. Sampel sebesar 22 balita dan dianalisis dengan peason correlation. Hasil :Tidak ada pengaruh asupan energi dan protein terhadap BB dan TB setelah pemberian PMT biskuit. Asupan energi pada kelompok yang mendapatkan PMT biskuit tidak mempengaruhi BB (p=0,139) dan TB (p=0,368). Asupan protein pada kelompok yang mendapatkan PMT biskuit juga tidak mempengaruhi BB (p=0,126) dan TB (p=0,286), sedangkan pada kelompok yang mendapatkan PMT BMC kelor ada pengaruh asupan energi dan protein terhadap BB dan TB setelah pemberian PMT BMC kelor. Asupan energi pada kelompok yang mendapatkan PMT BMC kelor mempengaruhi BB (p=0,003) dan TB (p=0,007). Asupan protein pada kelompok yang mendapatkan PMT BMC kelor juga mempengaruhi BB (p=0,028) dan TB (p=0,049). Kesimpulan : Pemberian PMT biskuit selama 30 hari tidak memberi pengaruh terhadap BB dan TB pada balita status gizi kurang sedangkan pemberian PMT BMC kelor memberikan pengaruh terhadap BB dan TB pada balita status gizi kurang.
The effectiveness of moringa oleifera and musa paradisiaca on hemoglobin levels in postpartum mothers Viqy Lestaluhu; Meilany Laisouw; Siska Febrina Fauziah; Fadila Fadila; Juhartini Juhartini
Science Midwifery Vol 14 No 3 (2026): Health Sciences and related fields
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Postpartum anemia is a common maternal health problem that may delay recovery and increase the risk of postpartum complications. Although Moringa oleifera leaves and Musa paradisiaca have individually been reported to improve hemoglobin levels, direct comparative evidence between these locally available food sources remains limited. This study aimed to compare their effectiveness in increasing hemoglobin levels among postpartum mothers.A quasi-experimental pretest–posttest control group study was conducted. Postpartum mothers were allocated into three groups: Moringa oleifera, Musa paradisiaca, and a control group receiving standard postpartum care. Participants in the intervention groups consumed 200 g of the assigned food daily for seven days. Hemoglobin levels were measured before and after the intervention using a digital hemoglobin analyzer. Data were analyzed using paired t-tests, one-way ANOVA, and the Games–Howell post hoc test (p < 0.05). Hemoglobin levels increased significantly in the Moringa oleifera group (9.94 ± 1.63 to 11.40 ± 1.15 g/dL; p = 0.001) and the Musa paradisiaca group (10.84 ± 1.52 to 12.10 ± 1.42 g/dL; p = 0.003), whereas the control group showed no significant improvement (p=0.116). ANOVA demonstrated significant differences in hemoglobin changes among groups (F = 6.938, p=0.003).This study provides novel evidence by directly comparing Moringa oleifera and Musa paradisiaca in postpartum mothers. Both interventions significantly improved hemoglobin levels compared with standard postpartum care, supporting their use as affordable and locally available complementary strategies for managing postpartum anemia.