This Author published in this journals
All Journal Jurnal Kesehatan
Suliati Suliati
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis, Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Surabaya, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Komparasi Uji Diagnostik Mycobacterium tuberculosis Menggunakan Metode GeneXpert dan Ziehl Neelsen Nella Febrilia DP; Suliati Suliati; Diah Titik Mutiarawati
Jurnal Kesehatan Vol. 16 No. 2 (2023): Jurnal Kesehatan
Publisher : UPPM Poltekkes Kemenkes Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32763/fhzkav56

Abstract

Latar Belakang: Tuberculosis (TB), yang disebabkan oleh basil Mycobacterium tuberculosis, merupakan salah satu dari 10 penyakit menular penyebab kematian tertinggi di dunia. Pemeriksaan bakteriologi yang digunakan untuk menegakkan diagnosa TB yaitu pemeriksaan mikroskopis, Tes Cepat Molekuler TB dan pemeriksaan biakan. Tujuan: menganalisa uji diagnostik Mycobacterium tuberculosis menggunakan metode GeneXpert dan Ziehl Neelsen. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif analitik menggunakan rancangan cross sectional. Sampel yang diteliti sebanyak 102 sampel diambil dengan metode total sampling selama bulan Januari 2022 di Puskesmas Sidotopo Surabaya. Hasil: Hasil identifikasi sampel suspek TB dengan metode GeneXpert dan Ziehl Neelsen yang sejalan sebanyak 96 sampel (94,12%), sedangkan perbedaan hasil dari keduanya adalah sebanyak 6 sampel (5,88%). Hasil uji sensitifitas metode GeneXpert sebesar 75%, dan Ziehl Neelsen sebesar 60%, artinya kemampuan GeneXpert mendeteksi hasil positif pada orang yang sakit lebih besar. Sedangkan spesifisitas metode GeneXpert sebesar 95,7%, dan Ziehl Neelsen sebesar 97,8%, artinya kemampuan Ziehl Neelsen mengklasifikasikan orang yang tidak sakit sebagai orang yang benar-benar tidak memiliki penyakit sedikit lebih baik. Kesimpulan: metode GeneXpert lebih disarankan dalam penegakan diagnose TB karena memiliki sensitifitas lebih tinggi dibandingkan dengan metode Ziehl Neelsen, serta dapat memberikan hasil yang jauh lebih cepat dibandingkan dengan pemeriksaan biakan