Wulan Sari Purba
Akademi Keperawatan Kesdam I/Bukit Barisan Pematangsiantar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Edukasi Perawatan Payudara untuk Meningkatkan Pengetahuan Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kartini Pematangsiantar Riski Verawati Pakpahan; Wulan Sari Purba
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.71

Abstract

Perawatan Payudara adalah  suatu cara merawat payudara baik selama masa kehamilan maupun setelah bersalin, akan menjaga bentuk payudara juga akan mempengaruhi ASI. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan maternitas pada ibu hamil trimester III dengan menerapkan edukasi perawatan payudara untuk meningkatkan pengetahuan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek penelitian ini yaitu ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Kartini Pematangsiantar. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang dan dokumentasi. Hasil penelitian didapatkan klien 1 dan  2 mengatakan belum mengetahui tentang perawatan payudara, klien tampak bingung, sering ada kotoran  seperti kerak & payudara sering terasa gatal dengan durasi yang berulang, kulit putting pada payudara tampak seperti pecah-pecah bahkan mengelupas/lecet. Masalah keperawatan adalah defisit pengetahuan. Intervensi dan Implementasi yang ditetapkan pada klien 1 dan 2 dengan masalah pengetahuan yaitu edukasi kesehatan. Selama 3 hari diberikan edukasi, pengetahuan klien meningkat. Penerapan Edukasi Perawatan Payudara dapat Meningkatkan Pengetahuan pada Ibu Hamil Trimester III. Edukasi Perawatan Payudara dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatandalam meningkatkan pengetahuan pada ibu hamil trimester III.
Pemberian Terapi Slow Deep Breathing untuk Menurunkan Intensitas Nyeri pada Pasien Post Kraniotomi Cedera Kepala di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar Zuhtriana Nirwani; Wulan Sari Purba
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v1i3.78

Abstract

Cedera kepala adalah gangguan traumatik dari kegunaan otak yang disertai dengan perdarahan interstisial dalam substansi otak, tanpa putusnya kontinuitas pada otak. Klien yang didiagnosa post kraniatomi cedera kepala memiliki gejala pasca trauma yaitu gangguan rasa nyaman nyeri. Teknik slow deep breathing merupakan teknik yang dapat diterapkan untuk mengatasi nyeri. Tujuan studi kasus ini adalah untuk mendeskripsikan asuhan keperawatan dalam pemberian teknik slow deep breathing pada klien dengan post krniatomi untuk menurunkan intensitas nyeri. Desain penelitian ini yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 2 klien dengan post kraniatomi cedera kepala yang dirawat di Rumah Sakit Vita Insani Pematangsiantar. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah format pengkajian keperawatan gawat darurat, SOP slow deep breathing, lembar evaluasi, skala numerik. Data dikumpulkan dengan cara interview, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil pengkajian didapatkan klien mengatakan nyeri pada area post operasi kraniatomi, nyeri seperti ditusuk-tusuk, skala nyeri 6 dan 7, klien tampak meringis dan gelisah. Intervensi yang disusun yaitu manajemen nyeri dan implementasi yang diterapkan adalah terapi slow deep breathing. Evaluasi didapatkan bahwa skala nyeri berkurang pada klien 1 dari skala nyeri 6 ke skala nyeri 3, pada klien 2 dari skala nyeri 7 ke skala nyeri 3. Kesimpulan pemberian teknik slow deep breathing efektif menurunkan intensitas nyeri pada klien dengan post kraniatomi cedera kepala. Saran slow deep breathing diharapkan dapat dijadikan sebagai intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien post kraniatomi cedera kepala.