Lapangan penelitian âLPâ terletak di Kabupaten Natuna, Provinsi Kepulauan Riau, Indonesia. Pusatpenelitian berada pada zona reservoar batupasir Formasi Arang Bagian Tengah, Cekungan Natuna Barat.Cekungan Natuna Barat merupakan cekungan intra-continental rift pada Paparan Sunda. Salah satuformasi yang berperan sebagai reservoar dan menjadi pusat penelitian pada cekungan ini adalah FormasiArang Bagian Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui litofasies, elektrofasies, dan fasiespengendapan batupasir lapangan penelitian berdasarkan data core dan well log. Penentuan litofasiesdidasarkan pada data deskripsi batuan inti berupa tekstur dan struktur sedimen dan data mudlog. Intervalpenelitian terdiri dari sebelas litofasies dan lima sub-asosiasi fasies, yaitu sub-asosiasi fasiesinterdistributary bay, bay & marsh deposits, distributary channel, distributary mouth bar, dan barrierbar. Analisis elektrofasies dengan menggunakan Log Gamma-Ray dilakukan pada keenam sumurpenelitian dengan pola respon kurva log, yaitu funnel-serrated shaped, bell-serrated shaped,cylindrical/blocky shaped, dan serrated shaped. Interval penelitian terbagi menjadi tiga fasiespengendapan, yaitu delta plain 1, delta front, dan delta plain 2. Korelasi fasies pengendapan dilakukandengan menggunakan prinsip litokorelasi yang didasarkan pada karakteristik litologi dan posisi stratigrafi.Batas fasies pengendapan diinterpretasi melalui data log sumur untuk mengetahui kemenerusan fasiespengendapan di lingkungan delta.Kata kunci: batupasir, litofasies, elektrofasies, fasies pengendapan, Cekungan Natuna Barat, FormasiArang Bagian Tengah