Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGUJIAN KENAIKAN SUHU PADA PERANGKAT HUBUNG BAGI TEGANGAN RENDAH DI LEMBAGA MASALAH KELISTRIKAN Eri Suherman; Riky Burmansyah
Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Vol. 8 No. 1 (2018): Jurnal Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70746/jstunsada.v8i1.21

Abstract

Perangkat hubung bagi menurut definisi PUIL, adalah suatu perlengkapan untuk mengendalikan dan membagi tenaga listrik dan atau mengendalikan dan melindungi sirkit dan pemanfaat tenaga listrik. Adapun bentuknya dapat berupa box, panel, atau lemari.Perangkat hubung bagi dapat mengurangi dampak bahaya dari listrik, karena di dalamnya terdapat pemutus arus , sehingga dapat mengurangi tingkat bahaya listrik terhadap human, production, environment dan juga equipment. Agar peralatan hubung bagi berjalan sesuai standar maka diperlukan pengujian yaitu kenaikan suhu Pengujian pada perangkat hubung bagi dilakukan oleh suatu lembaga dari Perusahaan Umum Listrik Negara, yaitu Lembaga Masalah Kelistrikan disingkat LMK. Setelah dilakukan pengujian dari berbagai bahan maka dinyatakan lulus karena sudah sesuai dengan standar. Hasil pengujian kenaikan suhu adalah benda uji dinyatakan lulus pengujian dikarenakan suhu dari channel 1 hingga channel 33 tidak ada yang melebihi batas persyaratan standar kenaikan suhu. Misalnya Channel nomor 4 yang berbahan logam dengan suhu yang terukurnya adalah 58,2°C dikurangi suhu ruangan 27,4°C = 30,8°C dianggap lulus karena hasilnya tidak melebihi 50°C .Channel nomor 11 yang berbahan tembaga dengan suhu yang terukurnya adalah 61,0°C dikurangi suhu ruangan 27,4°C = 33,6°C dianggap lulus karena hasilnya tidak melebihi 60°C.
ANALISIS KAPASITAS DAYA GARDU TRAKSI TERHADAP KEBUTUHAN KRL JALUR PASAR MINGGU-LENTENG AGUNG Eri Suherman; Hario Utomo Amri
Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Vol. 9 No. 1 (2019): Jurnal Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70746/jstunsada.v9i1.58

Abstract

Sistem elektrifasi pada KRL mengalirkan energi listrik ke lokomotif kereta dan beberapa unit gerbong lainnya sehingga kereta tersebut dapat berjalan. Setiap tahunnya penumpang KRL terus bertambah, sehingga jumlah KRL yang harus beroperasi juga ikut bertambah. Penambahan jumlah KRL ini harus diimbangi dengan penambahan kapasitas daya gardu traksi yang berfungsi untuk mensuplai daya listrik ke KRL.. Oleh karena itu dibutuhkan perhitungan penggunaan daya KRL saat dilintas dengan daya yang dihasilkan dari gardu traksi guna meningkatkan efisiensi kinerja KRL dan mengurangi terjadinya gangguan saat dilintas. Diperoleh hasil perhitungan , total daya yang digunakan pada motor traksi seri Tokyu 8000/8500 SF 12 sebesar 4.568 KW. Jumlah daya tersebut lebih besar dari pada daya eksiting pada gardu traksi Pasar Minggu dan Gardu traksi Lenteng Agung yang sebesar 3.919 KW. Gardu traksi masih mencukupi untuk suplai kebutuhan daya motor traksi, tetapi gardu traksi hanya sanggup menyuplai beban lebih selama 2 jam. Sehingga disarankan untuk menambah kapasitas gardu traksi agar dapat menyuplai daya motor traksi secara kontinu/terus menerus. Gardu traksi di Tanjung Barat masih cukup karena memiliki daya 4.892 KW untuk menyuplai kebutuhan daya motor traksi yang sebesar 4.568 KW.
ANALISIS KARAKTERISTIK MINYAK TRANSFORMATOR STARLITE 400 kVA TERHADAP TEGANGAN TEMBUS Eri Suherman; M Akbar
Jurnal Sains & Teknologi Fakultas Teknik Universitas Darma Persada Vol. 10 No. 1 (2020): Jurnal Sains & Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Darma Persada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70746/jstunsada.v10i1.81

Abstract

Transformator yang berfungsi untuk menurunkan dan menaikan tegangan. Dalam hal itu sistem isolasi transformator menjadi faktor penting dalam pendistribusian listrik bagi transformator untuk menyuplai daya, jika transformator terjadi gangguan, sistem pendistribusian menjadi terganggu dan banyak konsumen dari pengguna listrik menjadi rugi karena hal tersebut. Berdasarkan data PLN untuk isolasi transformator daerah Jakarta Raya, khususnya area Gardu Pondok Gede, transformator tersebut memliki sistem isolasi yang beragam, tegangan tembus memiliki peranan penting pada isolasi transformator, tegangan tembus pada transformator dengan nilai tertinggi (34,2kV). Hasil tegangan tembus tersebut menunjukan kualitas transformator, semakin besar kekuatan tegangan tembus, semakain baik pula isolasinya. Faktor yang mempengaruhi hasil tegangan tembus di atas adalah tegangan antar muka, kadar air, kadar asam, dan warna.