Rosidatul Umami
Jurusan Teknologi Laboratorium Medis, Poltekkes Kemenkes Mataram, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Deteksi Dini Fungsi Ginjal Berdasarkan Nilai Protein Urine Dan Lama Menderita Hipertensi Rosidatul Umami; Lalu Srigede; Drs. Urip; Rohmi
Journal of Indonesia Laboratory Students (JILTS) Vol. 2 No. 2 (2023): Journal of Indonesia Laboratory Students
Publisher : Poltekkes Kemenkes Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32807/jilts.v2i2.31

Abstract

Latar belakang: Hipertensi menjadi masalah kesehatan yang serius. Hipertensi sering terjadi pada lanjut usia, hal ini disebabkan elastisitas dinding pembuluh darah semakin menurun karena dinding pembuluh darah arteri telah menebal dan kaku. Hipertensi yang tidak terkontrol dengan baik akan menyebabkan kelainan pada fungsi ginjal karena tekanan darah yang tinggi terus menerus menimbulkan kerusakan progresif pada glomerulus sehingga menyebabkan protein keluar melalui urine. Salah satu tes yang dilakukan adalah urinalisis atau Analisa urin untuk tujuan diagnosis dan evaluasi perkembangan penyakit seperti diabetes dan tekanan darah tinggi dan skrining terhadap status kesehatan umum. Tujuan penelitian: Diketahuinya hubungan protein urine pada penderita hipertensi berdasarkan lama menderita hipertensi sebagai deteksi dini fungsi ginjal. Metode penelitian: Jenis penelitian ini purposive sampling dengan pendekatan cross-sectional, pengambilan sampel dilakukan dengan wawancara sebanyak 24 sampel, data protein urine dilakukan dengan pemeriksaan carik celup. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan terdapat 7 responden yang positif proteinuria. Hasil uji statistic Rank spearman menunjukkan nilai p=0,114 berarti pada alpha 5% terlihat tidak adanya hubungan antara lama menderita hipertensi dengan kadar protein urine. Kesimpulan: Bahwa diketahui sebagian kecil responden memiliki kadar protein urine positif (+1) sebanyak 5 orang, sebagian kecil responden memiliki kadar protein urine positif (+3) sebanyak 2 orang, dan hampir seluruh responden memiliki kadar urine normal sebanyak 17 orang.