Rizky Takriyanti
Universitas Islam Negeri Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Reward And Punishment; Implementasi dalam Membentuk Karakter Sikap Sopan Santun Siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri Jamilah Jamilah; Yuhani Yuhani; Hamdan Hamdan; Rizky Takriyanti; Aulia Ulfa
EDUKATIF : JURNAL ILMU PENDIDIKAN Vol 6, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/edukatif.v6i3.6509

Abstract

Reward and Punishment  merupakan salah satu perwujudan nyata dalam membentuk karakter sikap sopan santun siswa dalam mencapai tujuan yang ditetapkan untuk pendidikan karakter. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi reward and punishment dan dampak implementasi reward and punishment dalam membentuk karakter sikap sopan santun siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Kota Jambi. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah penelitian deskriptif kualitatif melalui pendekatan eksploratif dengan menggunakan insrumen pengumpulan data berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik pengolahan dan analisis data melalui empat tahap, yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi reward dan punishment dalam membentuk karakter sikap sopan santun siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Kota Jambi telah menghasilkan peningkatan signifikan dalam prilaku siswa. Implementasinya berupa memberikan nasehat, motivasi, dukungan kurikulrm merdeka dan kurikulum 2013 dan mengajarkan pembiasaan yang baik. Adapun dampaknya yaitu tingkat prilaku sopan santun yang semakin meningkat. Sikap siswa yang semakin baik (perbaikan akhlak), dan memberikan efek jera kepada siswa, sehingga menimbulkan rasa kesadaran yang tinggi dalam mengikuti aturan dan meninggalkan apa yang dilarang di sekolah. Dengan demikian, maka penerapan reward dan punishment sangat memiliki dampak yang signifikan dalam membentuk karakter sopan santun siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri 23 Kota Jambi.
Islamic Value-Based Conflict Management in Pesantren: Strengthening Dormitory Culture and Multicultural Character Formation Fadlilah Fadlilah; Fransisko Chaniago; Sizka Farwati; Suci Fitriani; Rizky Takriyanti
Munaddhomah: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol. 7 No. 2 (2026): Progressive Management of Islamic Education
Publisher : Prodi Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana Institut Pesantren KH. Abdul Chalim Mojokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31538/munaddhomah.v7i2.2589

Abstract

Life within the Pesantren environment, which brings together students from diverse social, cultural, and educational backgrounds, often generates dynamics and potential conflicts that require effective management. This study analyzes the application of Islamic values-based conflict management in Islamic boarding schools, focusing on strengthening dormitory culture and developing multicultural character. The study employed a qualitative descriptive method, collecting data through observation, in-depth interviews, and documentation. The study was conducted at the Pesantren PKP Al-Hidayah, one of the Pesantren in Jambi, Indonesia. The research results show that dormitory culture is built through a planned and ongoing habituation process, including congregational worship activities, studying, practicing Arabic and English, and participating in social and extracurricular activities. Conflicts between students arise in intrapersonal, interpersonal, intragroup, and intergroup forms, caused by differences in personality, academic and language abilities, rule violations, external factors, and social and cultural diversity. Conflict management is implemented through a tiered, collaborative model that encompasses planning, implementation, and evaluation. This system emphasizes educational guidance, deliberation, and a restorative approach rather than punishment. Evaluation is conducted through documentation and coordination between caregivers, Orsada, and parents to ensure continuous improvement and alignment with the Pesantren’s educational mission. These findings provide practical implications for Pesantren in developing effective dormitory management by integrating Islamic values into daily practices, as well as contributing theoretically to understanding Pesantren as social laboratories for value-based education and conflict transformation.