Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Solusi Al-Qur’an terhadap Persoalan Kemiskinan Umat: Revitalisasi Entrepreneur Milenial Berbasis Ekonomi Digital: Alek Saputra*, Redian Mulyadita, Dian Meliza Alek Saputra; Redian Mulyadita; Dian Meliza
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 1 No. 2 (2023): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/xsx3r829

Abstract

Indonesia is a Muslim-majority country, namely 207,176,162 of the total population of 237,641,326, or 87.18% of Indonesia's population is Muslim. However, from an economic perspective, Muslims in Indonesia do not constitute the majority in controlling assets. Becoming a young entrepreneur has recently become a hot topic for discussion. Considering the large number of millennials who are successful as entrepreneurs, they can lead to the development of a country's economy. However, becoming a millennial entrepreneur is not as easy as one might imagine, considering that in the online era, all gadgets can create laziness, thus creating people who lie down. For this reason, creating a generation of millennial entrepreneurs is an effort that must be developed by a country by instilling entrepreneurial values ​​into the millennial soul. Based on the personality and characteristics of a millennial entrepreneur who applies Islamic values ​​as a Muslim, this can be used as a reference for basic capital in his business activities. Judging from the problems above, the focus of the discussion in this article is a solution to the problem of people's poverty by emphasizing the revitalization of millennial entrepreneurs based on the digital economy as a breakthrough in the people's economy today
Reorientasi Peran Masjid sebagai Penguatan Ekonomi Umat Alek Saputra; Redian Mulyadita
JISOSEPOL: Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik Vol. 3 No. 1 (2025): JISOSEPOL : Jurnal Ilmu Sosial Ekonomi dan Politik, Edisi Januari-Juni 2025
Publisher : Samudra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61787/z1a7cn09

Abstract

Masjid memiliki peran sentral dalam kehidupan umat Islam, tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi. Rasulullah Saw. telah memberikan teladan dengan membangun masjid sebagai langkah awal dalam mempersatukan umat Islam di Madinah. Tradisi ini dilanjutkan oleh para khalifah, yang menjadikan pembangunan masjid sebagai prioritas dalam setiap wilayah yang ditaklukkan. Indonesia, dengan populasi muslim terbesar di dunia, memiliki 299.644 masjid dan 364.085 mushalla. Namun, potensi besar ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk memperkuat ekonomi umat Islam. Masjid, yang berada dekat dengan masyarakat akar rumput, seharusnya berperan sebagai motor penggerak ekonomi umat. Penelitian ini menggunakan metode kajian pustaka dengan menganalisis literatur, kitab tafsir, dan dokumen resmi, serta kajian teks Al-Qur'an untuk menggali konsep masjid sebagai pusat kegiatan umat Islam. Ayat-ayat Al-Qur'an, seperti QS. At-Taubah: 18 dan QS. Al-Baqarah: 125, serta hadis Nabi Muhammad Saw., menunjukkan bahwa masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pendidikan, sosial, dan ekonomi. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa dengan jumlah masjid yang besar di Indonesia, terdapat peluang besar untuk menjadikannya sebagai penggerak ekonomi umat melalui pengelolaan zakat, wakaf produktif, koperasi masjid, dan pemberdayaan usaha mikro. Namun, hal ini memerlukan pengelolaan yang profesional dan transparan, termasuk pelatihan manajemen, penyusunan program ekonomi berbasis masjid, serta optimalisasi teknologi digital. Reorientasi peran masjid ini diharapkan dapat menjadi solusi strategis dalam pemberdayaan masyarakat muslim secara berkelanjutan.