Farah Margaretha Leon
Universitas Trisakti, Indonesia

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Risiko Spesifik Perusahaan Dan Capital Adequacy Ratio Terhadap Kinerja Bank Komersial Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Firzitya Nurmanita; Farah Margaretha Leon; Yosephina Endang Purba
Cakrawala Repositori IMWI Vol. 7 No. 2 (2024): Cakrawala Repositori IMWI
Publisher : Institut Manajemen Wiyata Indonesia & Asosiasi Peneliti Manajemen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52851/cakrawala.v7i02.645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja keuangan perbankan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) periode 2018 – 2022. Variabel independen dalam penelitian ini adalah risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional dan rasio kecukupan modal, variabel dependen adalah kinerja keuangan yang diukur dengan ROA dan ROE dan variable control yang diukur dengan umur perusahaan dan pertumbuhan perusahaan. Jumlah sampel penelitian adalah sebanyak 41 perusahaan perbankan di Indonesia dengan menggunakan teknik purposive sampling. Berdasarkan hasil regresi data panel menunjukkan bahwa risiko kredit, risiko likuiditas, risiko operasional dan umur perusahaan memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan, sedangkan rasio kecukupan modal dan pertumbuhan perusahaan tidak memiliki pengaruh terhadap nilai perusahaan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi manajer perusahaan dan investor agar mempertimbangkan risiko-risiko spesifik perusahaan karena akan mempengaruhi kinerja keuangan perusahaan.
PENGARUH PENGALAMAN BISNIS DAN SOSIAL TERHADAP PERILAKU FINTECH DIMEDIASI OLEH LITERASI KEUANGAN PADA UMKM KULINER DI JAKARTA BARAT Nabila Putri Novianti; Ringke Dirdia; Farah Margaretha Leon
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 14, No 2 (2025): September
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v14i2.2527

Abstract

ABSTRAKUMKM merupakan topik mencarik pasca COVID-19 karena memiliki dampak luar biasa. Tingkat UMKM meningkat sebesar 1,52% pada tahun 2023. Hal ini menarik untuk di teliti dengan selanjutnya adanya penambahan variabel baru yaitu pengaruh sosial sebagai variabel independen merupakan bagian kebaruan dari penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis adopsi perilaku keuangan digital memiliki peran dalam mempengaruhi adopsi perilaku keuangan digital dengan literasi keuangan digital sebagai mediasi pada UMKM kuliner di Jakarta Barat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini metode kuantitatif dengan pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dan diperoleh sampel sebesar 223 responden. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda dengan bantuan dari program Ordinary Least Square (OLS). Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengalaman bisnis, perilaku sosial, literasi keuangan digital, perilaku keuangan digital berpengaruh positif terhadap adopsi perilaku keuangan digital. Namun pengetahuan keuangan digital, sikap keuangan digital tidak berpengaruh dalam memediasi hubungan niat berperilaku adopsi perilaku fintech. Implikasi untuk UMKM adalah untuk dapat meningkatkan adopsi perilaku keuangan digital maka perlu adanya dukungan teknis dalam pembayaran dan diperlukan inovasi baru agar UMKM tidak merasa kesulitan dalam menggunakan keuangan digital. Pemerintah diharapkan dapat meningkatkan pelatihan dalam penggunaan keuangan digital dan pengaruh sosial yang dapat mempengaruhi orang sekitar dalam menggunakan keuangan digital.ABSTRACTMSMEs have been a popular topic in the post-COVID-19 search due to their significant impact. The MSME sector increased by 1.52% in 2023. This is interesting to further examine with the addition of a new variable, social influence, as an independent variable, which represents a novelty in this study. This study aims to assess the role of digital financial behavior in influencing the adoption of digital financial behavior, with digital financial literacy as a mediator in culinary MSMEs in West Jakarta. This study employed a quantitative method with a purposive sampling technique, obtaining a sample of 223 respondents. The data was analyzed using multiple linear regression with the assistance of the Ordinary Least Square (OLS) program. The findings of this research indicate that business experience, social influence, digital financial literacy, and digital financial behavior have a positive effect on the adoption of digital financial behavior. However, digital financial knowledge and digital financial attitude were not found to mediate the relationship between the intention to adopt fintech behavior. The implication for SMEs is that to increase the adoption of digital financial behavior, technical support for payments and new innovations are needed so that SMEs do not find it difficult to use digital finance. The government is expected to enhance training in the use of digital finance and leverage social influence to encourage its adoption among the community.
PENGARUH MEKANISME TATA KELOLA PERUSAHAAN TERHADAP RISIKO KREDIT (NPL) PADA BANK KONVENSIONAL DI INDONESIA Yanto Yanto; Henny Setyo Lestari; Farah Margaretha Leon
Equilibrium : Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Akuntansi Vol 15, No 1 (2026): April
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/equili.v15i1.2783

Abstract

A B S T R A KBank, dalam menjalankan fungsi perantara melalui penyaluran Dana Pihak Ketiga, menghadapi risiko kredit yang tercermin dalam rasio NPL (Non-Performing Loan). NPL yang tinggi merupakan ancaman serius terhadap kesehatan perbankan. Keberadaan kredit perbankan menjadi instrumen penting dalam menjaga kesinambungan aktivitas ekonomi dan memperkuat struktur perekonomian nasional. Ekspansi penyaluran kredit perbankan yang terbatas berpengaruh pada peran optimal industri bank sebagai lembaga intermediasi. NPL menarik untuk diteliti terkait mekanisme tata kelola perusahaan, termasuk unsur struktur dewan dan pengaruh faktor-faktor makroekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh mekanisme tata kelola bank terhadap risiko kredit, yang diukur melalui NPL, pada bank konvensional di Indonesia. Data sekunder mencakup 41 bank konvensional selama lima tahun periode pengamatan, yakni 2020-2024, menghasilkan 205 observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak semua sisi struktur internal bank dan faktor-fakor makroekonomi berpengaruh terhadap risiko kredit berupa NPL. Board Size, Audit Independence, Diversification Opportunities, GDP Growth dan Interest Rate berpengaruh negatif signifikan terhadap NPL, sedangkan Provisions for Loan Losses berpengaruh positif signifikan terhapan NPL. Variabel lainnya, yakni Board Meeting, Board Independence, Audit Committee, Institutional Shareholdings, Bank Age, Bank Size, dan Unemployment Rate tidak berpengaruh signifikan terhadap NPL. A B S T R A C TBanks, in performing their intermediary role through Third-Party Funds, face credit risk, which is reflected in Non-Performing Loans (NPLs). High NPLs pose a serious threat to banking stability, while bank lending plays a crucial role in sustaining economic activity and strengthening the national economy. Limited expansion of bank credit can constrain the optimal function of banks as financial intermediaries. This study examines the effect of bank governance mechanisms on credit risk, measured by NPLs, in conventional banks in Indonesia. Secondary data were collected from 41 conventional banks over a five-year period (2020-2024), resulting in 205 observations. The results indicate that not all internal governance mechanisms and macroeconomic factors significantly influence NPLs. Board Size, Audit Independence, Diversification Opportunities, GDP Growth, and Interest Rate have a significant negative effect on NPLs, whereas Provisions for Loan Losses have a significant positive effect. Other variables, including Board Meetings, Board Independence, Audit Committee, Institutional Shareholdings, Bank Age, Bank Size, and Unemployment Rate, do not show significant effects. These findings suggest that only selected governance mechanisms and macroeconomic conditions effectively impact credit risk, highlighting the importance of targeted policies to manage NPLs in Indonesian banks.