Wakhid Fitri Albar
Universitas Negeri Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

FLIPPED CLASSROOM BERBANTUAN VIDEO AI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS DITINJAU DARI MOTIVASI BELAJAR Kansha Aurel Honey Kayla; Wakhid Fitri Albar
SCIENCE : Jurnal Inovasi Pendidikan Matematika dan IPA Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/science.v6i3.10739

Abstract

This study is motivated by the low level of students’ mathematical problem-solving ability and the need for contextual and adaptive learning innovations through the use of technology. This study aims to determine the improvement of students’ mathematical problem-solving ability through the implementation of a flipped classroom model assisted by artificial intelligence (AI)-based video with an ethnomathematics approach, as well as to examine the role of learning motivation. This research employed a mixed methods approach with a sequential explanatory design. The quantitative phase used a one group pretest-posttest design involving 31 students of class VIII D at SMP Negeri 1 Randudongkal, while the qualitative phase was conducted through interviews and observations involving 9 students as interview subjects. Quantitative data were analyzed using descriptive statistics, normality test, one sample t-test, proportion test, paired sample t-test, N-gain, and simple linear regression, while qualitative data were analyzed through data reduction, data display, and conclusion drawing. The results showed an improvement in students’ mathematical problem-solving ability, indicated by an increase in the average score from 68.83 to 83.83, with classical completeness reaching 100%. However, learning motivation did not have a significant effect on mathematical problem-solving ability, with a contribution of 1.4%. Qualitative findings revealed that learning motivation plays a role in enhancing students’ engagement in the learning process. Therefore, the implementation of a flipped classroom model assisted by AI-based video with an ethnomathematics approach is effective in improving mathematical problem-solving ability and creating more contextual and adaptive learning. ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik serta perlunya inovasi pembelajaran yang kontekstual dan adaptif melalui pemanfaatan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik melalui penerapan model flipped classroom berbantuan video berbasis artificial intelligence (AI) bernuansa etnomatematika serta mengkaji peran motivasi belajar. Penelitian menggunakan pendekatan mix methods dengan desain sequential explanatory. Tahap kuantitatif menggunakan desain one group pretest-posttest yang melibatkan 31 peserta didik kelas VIII D di SMP Negeri 1 Randudongkal, sedangkan tahap kualitatif dilakukan melalui wawancara dan observasi dengan melibatkan 9 peserta didik sebagai subjek wawancara. Analisis data kuantitatif meliputi statistik deskriptif, uji normalitas, uji one sample t-test, uji proporsi, uji paired sample t-test, perhitungan N-gain, dan regresi linear sederhana, sedangkan analisis kualitatif dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan kemampuan pemecahan masalah matematis yang ditunjukkan oleh kenaikan rata-rata dari 68,83 menjadi 83,83 dengan ketuntasan klasikal mencapai 100%. Namun, motivasi belajar tidak berpengaruh signifikan terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis dengan kontribusi sebesar 1,4%. Temuan kualitatif menunjukkan bahwa motivasi belajar tetap berperan dalam meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, penerapan model flipped classroom berbantuan video AI bernuansa etnomatematika efektif dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematis dan menciptakan pembelajaran yang lebih kontekstual serta adaptif.  
Exploring Mathematics Teacher Awareness and Responses to Gender-Based Classroom: A Qualitative Study in Australian Secondary School Luthfia Dzakiyyah Zahra; Wakhid Fitri Albar; Kien Tsong Chau
Mosharafa: Jurnal Pendidikan Matematika Vol. 15 No. 1 (2026): January
Publisher : Department of Mathematics Education Program IPI Garut

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/mosharafa.v15i1.3479

Abstract

Studi kualitatif ini menjelaskan perbedaan dalam interaksi di kelas dan hasil belajar antara kelas matematika yang hanya terdiri dari siswa laki-laki dan kelas matematika yang hanya terdiri dari siswa perempuan, dengan fokus khusus pada kesadaran guru dan strategi pengajaran adaptif di sekolah menengah Australia yang multikultural. Data dikumpulkan melalui observasi etnografis dan wawancara dengan guru matematika selama satu semester. Hasil penelitian menunjukkan pola yang jelas berdasarkan gender dalam partisipasi dan pendekatan pemecahan masalah. Siswa laki-laki diamati lebih mudah terlibat dalam proses kognitif tingkat tinggi. Sebaliknya, siswa perempuan cenderung mencari klarifikasi tentang konsep dasar sebelum mencoba tugas. Sebagai tanggapan, guru menerapkan berbagai strategi responsif gender, termasuk pertanyaan terbuka, aktivitas berbasis interaksi, dukungan satu lawan satu, dan penjelasan. Penelitian ini juga mengkaji pengaruh keragaman budaya, menemukan bahwa siswa dari latar belakang yang beragam berinteraksi dengan lancar dan tidak ada kelompok yang secara konsisten menunjukkan prestasi lebih tinggi daripada kelompok lain dalam konteks kelas yang diamati. Temuan ini menunjukkan bahwa lingkungan kelas dan praktik pengajaran di sekolah ini berhasil mendukung partisipasi siswa dari latar belakang yang beragam. This qualitative study explains differences in classroom interaction and learning outcomes between male students’ only and female students’ only mathematics classes, with a particular focus on teacher awareness and adaptive instructional strategies in a multicultural Australian secondary school. Data were collected through ethnographic observation and interview with the mathematics teacher over one term. The result revealed clear gender-based patterns in participation and problem-solving approaches. Male students were observed to engage more readily in higher-order cognitive processes. In contrast, female students tended to seek clarification on basic concepts before attempting tasks. In response, the teacher implemented a range of gender-responsive strategies, including open-ended questioning, interaction-based activities, one-on-one support, and explanations. The paper also explored the influence of cultural diversity, finding that students from diverse backgrounds interact smoothly and no group consistently demonstrates higher achievement than others in the observed classroom context. These findings suggest that the classroom environment and teaching practices at this school successfully support the participation of students from diverse backgrounds.